DesaKabar Berita

Percepat Listrik Desa di Sumba Barat Daya, PT PLN Terjunkan 40 Personel Teknis

10
×

Percepat Listrik Desa di Sumba Barat Daya, PT PLN Terjunkan 40 Personel Teknis

Sebarkan artikel ini
Personel Tambahan dari PLN Nusa Daya yang siap di terjukan membantu percepatan Pemabangunan Jaringan Listrik Desa di Desa Waikapolo Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kabar Rakyat Terkini, Waingapu_ Mempercepat pembangunan infrastruktur listrik Desa (Lisdes), PT PLN (Persero) menerjunkan  40 personel teknis dari PLN UP3 Sumba dan PT PLN Nusa Daya, ke Desa Waipakolo, Kecamatan Kodi Balagar, Sumba Barat Daya. Mereka diterjunkan untuk memperkuat tim PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba.
Ini merupakan  strategi besar PLN mendorong masyarakat beralih dari penggunaan energi fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan menuju energi listrik yang andal dan berkelanjutan.
Infrastruktur yang tengah dibangun meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,5 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6,7 kms.
Kehadiran jaringan ini menjadi jembatan bagi warga Waipakolo untuk meninggalkan ketergantungan pada mesin diesel mandiri.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono menjelaskan,  transisi energi di pelosok adalah kunci pemerataan kesejahteraan.
“Transisi energi bukan hanya soal teknologi besar, tapi tentang bagaimana masyarakat di desa seperti Waipakolo bisa beralih dari energi fosil ke listrik yang lebih bersih dan efisien. Kami membangun setiap kilometer jaringan ini untuk memastikan masa depan anak-anak Sumba lebih terang dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Eko.

Personel Tambahan dari PLN Nusa Daya yang siap di terjukan membantu percepatan Pemabangunan Jaringan Listrik Desa di Desa Waikapolo Kabupaten Sumba Barat Daya.

Manager PLN UP3 Sumba, Ronald Tilmans, menambahkan, kolaborasi lintas unit ini bertujuan memastikan masyarakat segera menikmati manfaat kemudahan energi listrik.
“Akselerasi Lisdes ini adalah prioritas kami. Dengan beralihnya masyarakat dari diesel ke listrik PLN, kita tidak hanya membantu ekonomi warga, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan di Pulau Sumba,” jelas Ronald.
Semangat perubahan ini juga dirasakan oleh para petugas di lapangan.
Novensius Bessu, personel PT PLN Nusa Daya, menyatakan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari sejarah transisi energi di desa tersebut.
“Bekerja menjelang Hari Buruh ini terasa spesial. Kami bukan sekadar memasang kabel, tapi sedang membangun jalan bagi masyarakat untuk menikmati energi yang lebih baik. Senyum warga adalah energi bagi kami,” ungkapnya.
Bagi warga, transisi ini adalah solusi atas kesulitan ekonomi.
Marten, salah satu warga Desa Waipakolo, mengakui betapa beratnya bertahan dengan mesin diesel di tengah langkanya bahan bakar solar.
“Kami sudah lama terbebani biaya solar yang mahal dan sulit didapat. Kami sangat mendambakan transisi ke listrik PLN ini agar bisa lebih hemat dan usaha di desa bisa berjalan lancar,” harap Marten.
Melalui pembangunan ini, PLN berharap Desa Waipakolo dapat menjadi contoh keberhasilan transisi energi di tingkat akar rumput, di mana akses listrik yang merata mampu memicu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga kelestarian alam Sumba.@ReddaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *