Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_Gubernur Nusa Tenggara Timr Melkiades Laka Lena mengucurkan modal Rp 75 Miliar, untuk perkembangan penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi NTT, yakni Bank NTT, PT. Flobamor, dan Kawasan Industri Bolok serta Jamkrida.
Penyertaan modal sebesar Rp75 miliar oleh Pemerintah Provinsi NTT akan diserahkan, setelah rencana bisnis masing-masing BUMD disetujui pemerintah dan DPRD.
Alokasi penyertaan modal tersebut terdiri dari Rp30 miliar untuk Bank NTT, Rp21 miliar untuk Jamkrida, serta masing-masing Rp12 miliar untuk PT. Flobamor dan KIB Bolok.
Melki pun menegaskan bahwa proses pengisian jajaran BUMD dilakukan secara profesional tanpa melibatkan tim sukses.
“BUMD tidak ada yang diisi dari tim sukses Melki-Johni. Semua murni hasil proses perekrutan yang melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang yang baik,” tegas Melki .
Gubernur juga menegaskan pentingnya tanggung jawab dan kinerja perangkat daerah, khususnya dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini capaiannya masih 20 persen.
“Penanggung jawab PAD sudah dibagi secara detail. Bagi yang bertanggung jawab di unit kecil untuk urusan pelayanan publik dan juga PAD, bagi yang tidak perform mingguan bulanan siap dicopot, diganti orang lain lagi yang memang siap untuk bekerja termasuk kepala dinasnya”, tegasnya.
Terkait kondisi keuangan daerah, Gubernur Melki menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini masih melakukan penyesuaian fiskal, namun tetap berupaya menyiapkan dukungan bagi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN pada akhir tahun.
Ia juga meminta perangkat daerah yang berkaitan dengan pelayanan publik untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahan lanjutannya, Gubernur Melki turut menyoroti program bantuan rumah layak huni dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang menargetkan hingga 15.000 unit rumah di NTT dengan nilai bantuan sekitar Rp20 juta per rumah.
“Perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR, Dukcapil, dan Dinas Sosial agar segera menyelesaikan konsolidasi dan sinkronisasi data penerima bantuan rumah tidak layak huni minggu ini, agar target penerima dapat segera dipenuhi”, tegasnya.
Apel bersama ASN Pemerintah Provinsi NTT pada 08 Juni 2026 lalu ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam membangun budaya literasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). @RedaksiKRT
Post Views: 11