Rohani

Resimen Rohani, “Kegembiraan Murid yang Tidak Dirampas”

10
×

Resimen Rohani, “Kegembiraan Murid yang Tidak Dirampas”

Sebarkan artikel ini
“Kegembiraan Murid yang Tidak Dirampas”
Oleh; Rm Kristo Oki
Bacaan Injinl, Yoh. 16;20-23a
(20)Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
(21) Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan deritanya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
(22) Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bersukacita dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas sukacitamu dari padamu.(23a) Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.”
Saudara-saudari terkasih,
Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa mereka akan menangis dan meratap, sementara dunia bergembira. Mereka akan berdukacita, tetapi dukacita itu akan berubah menjadi sukacita.
Sabda ini lahir bukan dari situasi yang nyaman, melainkan dari suasana menjelang salib: penuh ketidakpastian, kegelisahan, dan rasa kehilangan.
Di sinilah kekuatan iman diuji.
Sukacita murid Yesus bukan berarti tidak pernah terluka, tidak pernah takut, atau tidak pernah bingung.
Menelisik dimensi psikospiritual, Yesus tidak menyangkal realitas emosi manusia. Ia tahu bahwa hati para murid sedang rapuh. Namun Yesus menanamkan daya tahan batin: bahwa penderitaan bukan titik akhir, melainkan jalan menuju kedewasaan iman.
Yesus memakai gambaran seorang perempuan yang melahirkan. Ada sakit, ada tekanan, ada perjuangan. Tetapi setelah kehidupan baru lahir, penderitaan itu tidak lagi menguasai hati. Demikian pula dalam hidup kita: cobaan, penolakan, kegagalan, dan situasi yang tidak menentu bisa mengguncang perasaan kita, tetapi tidak harus merampas arah hidup kita.
Komitmen iman berarti tetap menggenggam Kristus, bahkan ketika keadaan belum jelas.
Setia bukan karena semua mudah, melainkan karena kita percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di balik proses yang menyakitkan.
Kegembiraan sejati tidak bergantung pada situasi luar, tetapi berakar pada kehadiran Kristus di dalam batin.
Yesus meneguhkan kita dengan sabda-Nya: “…dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraan itu daripadamu.”
Maka hari ini, jangan biarkan cobaan mencuri harapan. Jangan biarkan ketidakpastian melemahkan komitmen. Tetaplah berjalan, tetaplah percaya, tetaplah setia. Sebab sukacita yang berasal dari Tuhan tidak mudah dipadamkan oleh badai kehidupan.
Doa singkat:
Tuhan Yesus, kuatkan hatiku agar tetap setia melewati cobaan. Jagalah sukacitaku agar tidak dirampas oleh ketakutan dan ketidakpastian.
Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *