Kabar Rakyat Terkini, Probolinggo _Untuk mempererat persahabatan yang sudah terjalin sejak 1950-an, keluarga besar Majelis Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kraksaan, melakukan kunjungan kasih persahabatan ke Gereja Katolik Santo Paulus, Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat malam (17/4/2026).
Semangat persaudaraan lintas doktrin ini terpancar kuat di halaman Pastoran Gereja St Paulus.
Di bawah naungan langit cerah dan pendar cahaya bulan yang syahdu, kedatangan rombongan yang dipimpin Pdt Josephine Christiana Sutrisno SSi-Teol ini disambut hangat oleh Romo Fadjar Tedjo Soekarno, Pastor Kepala Paroki St Paulus Kraksaan.
Sekitar 80 umat Katolik dan jemaat GKJW tampak membaur dalam suasana yang penuh keakraban.

Majelis GKJW secara khusus datang berkunjung untuk menyampaikan ucapan selamat atas babak baru Gereja Santo Paulus yang telah resmi ditetapkan sebagai paroki mandiri sejak 25 Januari 2026 lalu.
“Kami menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa berkunjung secara resmi saat ini,” ujar Pdt Josephine.
Ibu pendeta yang baru saja melewati masa persalinan pada awal tahun 2026 ini, merefleksikan sejarah panjang kedua gereja di Kraksaan yang ternyata memiliki akar yang sama kuat.
“Jemaat mula-mula GKJW dan umat Katolik perdana di wilayah ini mulai bertumbuh beriringan sejak awal tahun 1950-an,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua PHMJ GKJW Kraksaan, Aris Prasetyo, memperkenalkan satu per satu anggota majelis yang hadir, mulai dari bidang persekutuan hingga Komisi Adiyuswa.

Ia menggarisbawahi bahwa jalinan silaturahmi ini bukanlah hal baru. Namun jika dahulu kebersamaan hanya terbatas pada kerja bakti membersihkan makam Kristen, kini kolaborasi telah berkembang lebih jauh lagi.
Mulai dari aksi tanam pisang bersama GP Ansor, berbagi abu untuk hari Rabu Abu, hingga kunjungan bersama pengurus kedua gereja dalam rangka Lebaran ke berbagai pesantren di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan itu semua menjadi bukti nyata bahwa kerukunan di antara dua gereja telah mengakar.
Menanggapi sapaan hangat tersebut, Gunawan Napitu selaku Ketua DPP Santo Paulus, menjelaskan struktur organisasi paroki dan BPGDA yang ternyata memiliki kemiripan dengan sistem kemajelisan di GKJW.
Dalam semangat sinergi, Gunawan kemudian mengusulkan agar ke depannya kedua gereja dapat menginisiasi kegiatan bersama yang bersifat kemasyarakatan, seperti perayaan HUT RI 17 Agustus maupun jalan sehat bersama.
“Ada potensi besar dalam kolaborasi antarumat Kristiani di Kraksaan,” tandasnya.

Romo Fadjar Tedjo Soekarno menyambut usulan tersebut dengan tangan terbuka. Ia menekankan bahwa dialog antarumat beragama tidak harus selalu kaku atau bersifat formal dalam meja rapat. Secara khusus, Romo Fadjar mengundang jemaat GKJW untuk sesekali bergabung dalam acara “Jumat Paroki”, sebuah ajang cangkrukan santai setiap Jumat malam.
Menurutnya, kebersamaan di level akar rumput ini sangat krusial untuk memupuk toleransi tanpa harus menyentuh ranah dogmatis yang sensitif.
“Karena pada prinsipnya, ‘Dalam Kristus, kita semua adalah saudara’,” tutur Romo Fadjar.
Hangatnya suasana malam itu semakin terasa dengan sajian makanan yang berlimpah, menemani diskusi-diskusi kecil di setiap sudut halaman. Gelak tawa dan obrolan ringan antara anggota majelis GKJW dan umat Katolik menciptakan harmoni yang selaras dengan cuaca cerah di Probolinggo malam itu.
Pertemuan ini seolah menegaskan bahwa perbedaan administratif dan tata cara ibadah bukanlah penghalang bagi dua komunitas iman ini untuk terus berjalan beriringan dalam melayani sesama di wilayah Kraksaan.

Saat memimpin doa bersama menutup diskusi, Marudut Purba mengucap syukur dan memohon berkat Tuhan bagi perjalanan kedua gereja di masa depan.
Sebelum melanjutkan acara ramah tamah dan makan malam, sebagai kenang-kenangan, seluruh hadirin melakukan sesi foto bersama di depan pastoran.
Majelis GKJW dan Paroki St Paulus menyakini pertemuan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah manifestasi
nyata dari moderasi beragama dan persaudaraan sejati yang diharapkan terus bertumbuh subur di bumi Kraksaan. @RedaksiKRT











