“Iman: Mengenal, Memikul, dan Belajar dari Kristus”
Oleh; RD Kristo Oki
Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus
Bacaan I, 1Yoh 4:7-16
Allah mengasihi kamu.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Penyelamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Mat 11:29ab
Pikullah kuk yang Kupasang, sabda Tuhan, dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.
Bacaan Injil Mat 11:25-30
Aku lemah lembut dan rendah hati
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan
Saudara-saudari terkasih,
Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus mengundang kita untuk berhenti sejenak dan menatap hati Kristus. Hati Yesus bukan sekadar lambang devosi, tetapi tanda kasih Allah yang paling dalam: hati yang terbuka, hati yang terluka, hati yang tetap mengasihi, bahkan ketika kasih-Nya ditolak.
Dalam Injil hari ini, Yesus bersyukur kepada Bapa karena misteri Kerajaan Allah dinyatakan kepada orang kecil. Bukan kepada mereka yang merasa paling bijak dan paling kuat, tetapi kepada mereka yang rendah hati, sederhana, dan mau membuka diri kepada Allah. Di sinilah iman menemukan jalannya: bukan dalam kesombongan pengetahuan, melainkan dalam kerendahan hati untuk percaya.
Iman pertama-tama berarti mengenal Kristus. Mengenal Kristus bukan hanya mengetahui ajaran-Nya, tetapi mengalami kasih-Nya. Kita mengenal Kristus ketika hati kita berani datang kepada-Nya dengan apa adanya: dengan lelah kita, luka kita, gagal kita, takut kita, dan harapan kita. Ia tidak menolak yang rapuh. Ia justru berkata: “Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat.”
Iman juga berarti memikul bersama Kristus. Hidup tidak pernah bebas dari beban. Ada beban keluarga, pekerjaan, pelayanan, studi, pergumulan batin, dan tanggung jawab harian. Tetapi Yesus tidak membiarkan kita berjalan sendirian. Ia mengundang kita memikul kuk bersama-Nya. Kuk itu menjadi ringan, bukan karena salib hidup dihapus, tetapi karena Kristus ikut menanggungnya bersama kita.
Iman akhirnya berarti belajar dari Kristus. Yesus berkata: “Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Dunia sering mengajarkan kita untuk keras, cepat marah, membalas, dan mencari menang sendiri. Tetapi Hati Yesus mengajarkan jalan yang berbeda: kelembutan, kerendahan hati, pengampunan, kesabaran, dan kasih yang nyata.
Maka, pada Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus ini, mari kita membawa hati kita kepada Hati-Nya. Bila hati kita keras, biarlah Ia melembutkannya. Bila hati kita lelah, biarlah Ia menyegarkannya. Bila hati kita terluka, biarlah Ia menyembuhkannya. Bila hati kita kehilangan arah, biarlah Ia menuntunnya kembali kepada kasih.
Hati Yesus adalah rumah bagi jiwa yang letih. Hati Yesus adalah sekolah bagi iman yang bertumbuh. Hati Yesus adalah sumber kekuatan bagi kasih yang harus dinyatakan.
Quotes RESIMEN:
“Iman yang sejati bukan hanya mengenal nama Kristus, tetapi berani datang kepada Hati-Nya, memikul hidup bersama-Nya, dan belajar mengasihi seperti Dia.”
Doa Singkat:
Tuhan Yesus yang Maha Kudus, bawalah hati kami masuk ke dalam Hati-Mu. Lembutkan hati kami yang keras, kuatkan hati kami yang lelah, sembuhkan hati kami yang terluka, dan ajarilah kami untuk rendah hati dalam iman, setia dalam memikul hidup, serta nyata dalam mengasihi sesama. Amin.
Slogan RESIMEN:
Segar Firmannya – Kuatkan Iman – Nyatakan Kasih
Selamat memaknai hari.
Selamat Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus.
Doaku: Tuhan memberkati.


