“Kepengikutan yang Lepas Bebas”
Oleh; RD Kristo Oki
Bacaan; Yohanes 21:20-25
Saudara-saudari terkasih !
Dalam Injil hari ini, Petrus melihat murid yang dikasihi Yesus lalu bertanya: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Yesus menjawab: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”
Sabda ini memberi pesan yang sangat kuat. Yesus mengembalikan Petrus kepada inti panggilannya: bukan menoleh, bukan membandingkan, bukan ingin tahu jalan orang lain, tetapi tetap mengikuti Dia. Di sinilah kita belajar tentang kepengikutan yang lepas bebas.
Lepas bebas bukan berarti berjalan sendiri tanpa komunitas. Sebaliknya, kita tetap hidup dalam komunio, dalam persekutuan Gereja. Namun, di dalam komunio itu, setiap orang dipanggil untuk sadar akan jalan panggilannya sendiri. Kita tidak dipanggil untuk iri pada peran orang lain, tidak juga untuk merasa lebih penting dari yang lain. Kita dipanggil untuk setia pada bagian yang Tuhan percayakan.
Panggilan membutuhkan fokus dan kesadaran pribadi. Ketika kita terlalu sibuk melihat jalan orang lain, kita mudah kehilangan arah. Tetapi ketika mata hati tertuju pada Kristus, hidup kita menjadi lebih tenang, pelayanan kita lebih tulus, dan kehadiran kita memberi makna bagi komunitas Gereja.
Maka, hari ini Yesus juga berkata kepada kita:
“Engkau, ikutlah Aku.”
Ikutlah Aku dengan hati yang bebas. Ikutlah Aku tanpa membandingkan. Ikutlah Aku dalam kasih, kesetiaan, dan komunio.
RESIMEN QUOT:
“Fokuslah mengikuti Kristus; setialah pada panggilanmu dan jadilah berkat bagi Gereja.”
Doa:
Tuhan Yesus, bebaskan hatiku dari keinginan membandingkan diri dengan orang lain. Ajarlah aku setia mengikuti-Mu dengan hati yang fokus, rendah hati, dan penuh kasih. Semoga panggilanku menjadi berkat dan memberi makna bagi komunitas Gereja. Amin.
Selamat memaknai hari. Doaku. Tuhan berkati.



