Gagasan

RENUNGAN; “Roh Kudus: Janji Penolong Jiwa yang Membuat Iman Tetap Bernyawa”

11
×

RENUNGAN; “Roh Kudus: Janji Penolong Jiwa yang Membuat Iman Tetap Bernyawa”

Sebarkan artikel ini

RESIMEN (Renungan Singkat Menyegarkan)

Minggu Paskah VI

Rm, Kristo Oki

 “Roh Kudus : Janji Penolong Jiwa yang Membuat Iman Tetap Bernyawa”

(Kisah Para Rasul 8:5-8.14-17; 1Petrus 3:15-18; Yohanes 14:15-21)

Saudara-saudari terkasih !

Pada tataran psikologis manusia selalu mencari tempat yang memberi rasa aman, diterima dan dicintai. Tetapi hidup sering menghadirkan kecemasan, penolakan, luka batin dan ketidakpastian.

Dalam keadaan seperti itu, jiwa manusia mudah tertutup, curiga bahkan kehilangan harapan. Karena itu Injil hari ini menjadi kabar penghiburan : Yesus tidak meninggalkan para murid sebagai yatim piatu. Ia menjanjikan Roh Kudus sebagai Penolong.

Dalam Kisah Para Rasul, ketika Filipus mewartakan Mesias di Samaria, banyak orang membuka hati.

Mengapa?

Karena pewartaan tentang Kristus tidak hanya menyentuh pikiran, tetapi juga menyembuhkan jiwa. Ketika hati terbuka terhadap Kristus, Roh Kudus bekerja : ketakutan berubah menjadi sukacita, luka berubah menjadi harapan, dan kota yang penuh kegelisahan menjadi penuh sukacita besar.

Namun iman bukan hanya soal rasa nyaman rohani. Santo Petrus mengingatkan : “Siap sedialah memberi pertanggungjawaban tentang pengharapanmu.”

Artinya iman kepada Kristus harus mampu dipertanggungjawabkan lewat sikap hidup. Secara spiritual, orang yang sungguh mengenal Kristus akan memiliki ketenangan batin yang berbeda. Ia tidak mudah membalas kebencian dengan kebencian, sebab Roh Kudus membentuk kedewasaan hati.

Lalu Yesus berkata : “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-Ku.”

Jadi Roh Kudus bukan sekadar kekuatan spektakuler, tetapi tanda kasih Allah yang tinggal dalam diri manusia. Roh Kudus membantu kita bertahan ketika kecewa, tetap setia ketika ditolak, dan tetap mengasihi ketika hati terluka.

Karena itu, tugas kemuridan hari ini adalah membuka hati bagi Kristus, berani mempertanggungjawabkan iman, dan membiarkan Roh Kudus memulihkan jiwa kita. Sebab orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak hanya tampak religius, tetapi menghadirkan damai bagi sesama. Amin

Selamat Memaknai hari

Tuhan memberkati

Doaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *