Rohani

Renungan Singkat Menyegarkan; “Kekhawatiran Versus Keyakinan Iman”

10
×

Renungan Singkat Menyegarkan; “Kekhawatiran Versus Keyakinan Iman”

Sebarkan artikel ini
RD Kristo Oki

Kekhawatiran Versus Keyakinan Iman”

Oleh: RD Kristo Oki

 

Bacaan Injil Mat 6:24-34

Janganlah kuatir akan hari esok.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus,  “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. 

Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.

Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya?

Maka janganlah kamu kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Demikianlah sabda Tuhan.

 

Saudara-saudari terkasih !

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak para murid untuk tidak hidup dalam kekhawatiran yang berlebihan. Ia berkata, “Janganlah khawatir akan hidupmu…” (Mat. 6:25). Bukan berarti Yesus mengajarkan kita untuk bermalas-malasan atau mengabaikan tanggung jawab. Sebaliknya, Yesus mengingatkan bahwa hidup ini berada dalam penyelenggaraan kasih Allah.

Kekhawatiran sering muncul ketika kita merasa harus mengendalikan semuanya sendiri. Kita cemas tentang masa depan, pekerjaan, kesehatan, keluarga, pendidikan anak-anak, bahkan tentang hal-hal yang sebenarnya belum tentu terjadi. Kekhawatiran yang berlebihan perlahan menggerogoti damai batin dan membuat hati kehilangan sukacita.

Karena itu Yesus mengajak kita belajar dari burung-burung di udara dan bunga bakung di ladang. Mereka tidak menabur, tidak menuai, tetapi Allah memelihara mereka. Jika ciptaan yang sederhana saja diperhatikan Allah, terlebih lagi manusia yang diciptakan menurut gambar-Nya dan ditebus oleh kasih-Nya.

Iman bukanlah keyakinan bahwa hidup akan selalu mudah. Iman adalah keberanian untuk tetap percaya bahwa Allah hadir dan bekerja bahkan ketika jalan hidup terasa gelap dan tidak pasti. Kekhawatiran memandang masalah lebih besar daripada Allah; sedangkan keyakinan iman memandang Allah lebih besar daripada masalah.

Maka pesan Yesus hari ini sangat jelas: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Ketika Tuhan menjadi pusat hidup, hati menemukan ketenangan, pikiran memperoleh arah, dan langkah-langkah kita dipenuhi harapan.

Quotes RESIMEN

“Kekhawatiran menguras kekuatan hari ini untuk masalah yang belum tentu terjadi; iman memberikan keberanian hari ini karena Allah sudah lebih dahulu bekerja.”

Doa Singkat

Tuhan Yesus, sering kali kami membiarkan kekhawatiran menguasai hati kami. Ajarlah kami untuk lebih percaya kepada penyelenggaraan kasih-Mu. Berilah kami iman yang teguh, hati yang tenang, dan keberanian untuk menyerahkan masa depan kami ke dalam tangan-Mu. Amin.

SLOGAN RESIMEN

SEGAR FIRMAN-NYA – KUATKAN IMAN – NYATAKAN KASIH

Selamat memaknai hari.

Doaku: Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *