Rohani

Renungan Singkat Menyegarkan; “Kebenaran Membebaskan, Walau Dibungkam”

10
×

Renungan Singkat Menyegarkan; “Kebenaran Membebaskan, Walau Dibungkam”

Sebarkan artikel ini

“Herodes takut kepada orang banyak, karena mereka menganggap Yohanes sebagai Nabi.”

Oleh: RD Kristo Oki

 

Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan Injil: Matius 14:1–12

Saudara-saudari terkasih,

Yohanes Pembaptis berani mengatakan kepada Raja Herodes: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Yohanes mengetahui bahwa perkataannya dapat mendatangkan penderitaan. Namun, ia tidak memilih diam. Baginya, kebenaran tidak boleh dikorbankan hanya demi keselamatan pribadi.

Herodes sebenarnya mengetahui bahwa Yohanes adalah seorang yang benar. Namun, ia lebih takut kehilangan kehormatan di hadapan para tamunya daripada kehilangan kebenaran di dalam hatinya. Demi mempertahankan sumpah yang gegabah dan menjaga harga dirinya, ia memerintahkan agar Yohanes dipenggal.

Di balik peristiwa itu, tampak kegelisahan yang tersembunyi dalam diri Herodes, Herodias, dan putrinya. Herodes gelisah karena mengetahui bahwa perkataan Yohanes adalah benar, tetapi ia tidak memiliki keberanian untuk mengubah hidupnya. Herodias gelisah karena kebenaran Yohanes membongkar kesalahannya; kegelisahan itu berubah menjadi kebencian dan keinginan untuk membalas dendam. Putrinya pun terseret ke dalam persekongkolan tersebut. Atas hasutan ibunya, ia meminta kepala Yohanes Pembaptis sebagai hadiah. Ketiganya bersekongkol untuk membungkam suara kebenaran, tetapi setelah Yohanes dibunuh, hati mereka tidak mendapatkan kedamaian. Kebenaran yang ditolak tidak lenyap; ia terus mengetuk dan menggugat hati nurani.

Kepala Yohanes memang dapat dipenggal dan suaranya dapat dibungkam, tetapi kebenaran yang disampaikannya tidak pernah mati. Kebenaran itu tetap menggugat hati Herodes. Bahkan ketika mendengar tentang Yesus, Herodes masih dihantui oleh suara Yohanes yang pernah ditolaknya.

Hari ini Gereja memperingati Santo Alfonsus Maria de Liguori. Ia adalah seorang uskup, pendiri Kongregasi Redemptoris, dan Pujangga Gereja. Dengan kecerdasan, ketekunan, dan kasih pastoralnya, ia membela kebenaran iman serta mengajarkannya dengan penuh belas kasih. Baginya, kebenaran bukanlah senjata untuk menghukum orang lain, melainkan jalan untuk membawa manusia kembali kepada Allah.

Kita pun dipanggil untuk berani menyatakan kebenaran—bukan dengan kebencian, kemarahan, atau kesombongan, tetapi dengan kasih dan keteguhan hati. Mungkin suara kita ditolak, nasihat kita tidak didengarkan, bahkan kebaikan kita disalahpahami. Namun, janganlah berhenti menjadi suara kebenaran.

Kebenaran mungkin dapat dibungkam untuk sementara, tetapi tidak dapat dikalahkan. Sebab kebenaran yang berasal dari Allah selalu memiliki daya untuk membebaskan hati manusia.

QUOTES RESIMEN

“Mulut pembawa kebenaran dapat dibungkam, tetapi kebenaran tidak pernah kehilangan suaranya.”

DOA SINGKAT

Tuhan Yesus, berilah kami keberanian seperti Yohanes Pembaptis untuk menyatakan kebenaran dan ketulusan seperti Santo Alfonsus untuk mewartakannya dengan penuh kasih. Bebaskanlah kami dari ketakutan, dendam, kepentingan diri, dan keinginan mencari pujian manusia. Jangan biarkan kami bersekongkol dengan kejahatan demi membungkam kebenaran. Jadikanlah hidup kami suara kebenaran-Mu. Amin.

SEGAR FIRMAN-NYA – KUATKAN IMAN – NYATAKAN KASIH

Selamat Memaknai Hari.

Doaku: Tuhan Memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *