“Jalan Sempit, Jalan Berharga untuk Selamat”
Oleh; RD Kristo Oki
Bacaan Injil, Mat 7:6.12-14
Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata,”Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”
Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan !
Sabda Yesus hari ini mengingatkan kita bahwa hidup beriman bukanlah jalan yang selalu mudah. Yesus berkata: “Masuklah melalui pintu yang sempit.” Jalan sempit adalah jalan perjuangan, pengorbanan, kesabaran, kerendahan hati, dan kesetiaan.
Banyak orang lebih suka jalan yang lebar: jalan yang tampak mudah, menyenangkan, dan bebas tanpa tuntutan. Tetapi Yesus menegaskan bahwa jalan lebar dapat membawa kepada kebinasaan. Sebaliknya, jalan sempit memang tidak selalu nyaman, tetapi itulah jalan yang bernilai, karena membawa kita kepada hidup dan keselamatan.
Jalan sempit itu tampak dalam pilihan hidup sehari-hari: memilih jujur saat ada kesempatan berbohong, memilih mengampuni saat hati terluka, memilih setia saat godaan datang, memilih berbuat baik walau tidak dihargai, dan memilih mengasihi sebagaimana kita ingin dikasihi.
Yesus juga memberi pedoman emas: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Inilah ukuran sederhana hidup Kristiani: memperlakukan sesama dengan kasih, hormat, dan kebaikan.
Maka hari ini, marilah kita tidak takut melewati jalan sempit. Sebab jalan sempit bukan jalan kehancuran, melainkan jalan pembentukan iman. Jalan sempit mungkin sulit, tetapi berharga. Jalan sempit mungkin sunyi, tetapi Tuhan berjalan bersama kita.
Quotes RESIMEN
“Jalan sempit memang menuntut perjuangan, tetapi di sanalah iman dimurnikan dan keselamatan ditemukan.”
Doa Singkat
Tuhan Yesus, tuntunlah aku untuk berani memilih jalan sempit: jalan kasih, kejujuran, pengampunan, dan kesetiaan. Kuatkan hatiku agar tidak mudah tergoda oleh jalan yang lebar, tetapi tetap setia berjalan bersama-Mu menuju keselamatan. Amin.
SEGAR FIRMAN-NYA – KUATKAN IMAN – NYATAKAN KASIH
Selamat memaknai hari.
Doaku: Tuhan memberkati.


