Uncategorized

Renungan Singkat Menyegarkan; “Meminta, Mengenal, dan Mengasihi Lebih Dalam”

8
×

Renungan Singkat Menyegarkan; “Meminta, Mengenal, dan Mengasihi Lebih Dalam”

Sebarkan artikel ini

“Meminta, Mengenal, dan Mengasihi Lebih Dalam”

oleh, Rm Kristo Oki

Bacaan Injil Yohanes 16:23b-28

(23b) “…Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, apa pun yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.(24) Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.(25) Semuanya ini Kukatakan kepadamu dalam kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berbicara kepadamu dalam kiasan, melainkan terus terang memberitakan Bapa kepadamu.(26) Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku, dan tidak Kukatakan kepadamu, bahwa Aku meminta kepada Bapa bagimu;(27) sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah.(28) Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

  Saudara-saudari terkasih!

Dalam Injil hari ini Yesus berkata, “Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Sabda ini mengajak kita untuk berani membuka hati di hadapan Allah.

Dalam perjalanan Rohani, meminta bukan tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa kita sadar: hidup kita membutuhkan rahmat, arah, dan penyembuhan dari Tuhan.

Menyelami tema kita hari ini ; “Meminta, Mengenal, dan Mengasihi Lebih Dalam,” kita dibantu untuk memahami dinamika doa.

Pertama,

Kita diajak meminta dengan jujur. Kita boleh membawa kecemasan, luka, harapan, dan kerinduan kita kepada Bapa. Tuhan tidak menolak hati yang datang apa adanya.

Kedua,

Dalam meminta, kita belajar mengenal diri dan mengenal Allah lebih dalam. Doa membuka mata batin kita: apa sebenarnya yang kita cari? Apakah kita hanya mengejar rasa aman, atau sungguh mencari kehendak Allah? Di sini doa menjadi ruang pemurnian hati.

Ketiga,

Pengenalan yang benar membawa kita untuk mengasihi lebih dalam. Yesus menegaskan bahwa Bapa sendiri mengasihi kita, karena kita mengasihi Yesus dan percaya bahwa Ia datang dari Allah.

Di sinilah doa memasuki ruang inti relasional: kasih timbal balik antara Allah dan manusia.

Kita tidak lagi hanya berdiri sebagai pemohon di hadapan Allah, tetapi sebagai anak-anak yang dikasihi, yang belajar membalas kasih itu dengan percaya, menyerahkan diri, dan hidup dalam kesetiaan.

Mengasihi lebih dalam berarti membiarkan diri dicintai Allah, lalu menjadikan kasih itu sebagai pusat cara kita memandang diri, sesama, dan perjalanan hidup.

Di bulan Maria ini, kita belajar dari Bunda Maria, peziarah iman yang hidup dalam relasi kasih yang mendalam dengan Allah.

Ia terbuka, percaya, dan mengasihi dalam keheningan.

Bersamanya, semoga doa-doa kita tidak berhenti pada kebutuhan, tetapi bertumbuh menjadi sukacita penuh dalam kasih Allah. Amin.

Doa singkat:

Tuhan Yesus, ajarilah kami meminta dengan hati yang jujur, mengenal-Mu dengan batin yang bening, dan mengasihi-Mu lebih dalam dengan kasih yang timbal balik. Bersama Bunda Maria, tuntunlah peziarahan iman kami agar setiap doa membawa kami pada sukacita yang penuh. Amin.

Selamat Memaknai Hari. Tuhan memberkati.

Doaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *