Kabar Rakyar Terkini, Lembata_Puluhan siswa SMP Negeri III Ile Ape Timur Satu Atap Hamahena Kabupaten Lembata turun ke jalan membersihkan sampah. Mereka mengumpulkan sampah anorganik di sekitar jalan dan membersihkan kerikil dan material yang banyak menumpuk di badan jalan.
Kegiatan ini digelar pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026 untuk memperkuat literasi ekologis siswa dan kepekaan terkait masalah sosial di sekitar sekolah.

Mengenakan seragam olahraga, puluhan siswa ini berjejer di sekitar pertigaan jalan sekitar SPBU Tanah Merah Kecamatan Ile Ape.
Sekolah mereka terletak sekitar 200 meter dari pertigaan. Badan dan bahu jalan jadi tempat mereka berburu sampah anorganik yang banyak terbuang. Area sekitar SPBU Tanah Merah memang sering jadi tongkrongan banyak pengguna kendaraan bermotor saat antri pengisian bahan bakar minyak.
Selain sampah anorganik, para siswa juga membersihkan kerikil dan tumpukan material seperti gundukan tanah dan pasir di badan jalan.
“Kita ajak anak-anak datang bakti di sini karena ini jalan umum dan rawan kecelakaan karena banyak kerikil dan material di badan jalan. Ini mengganggu pengguna jalan dan kalau tidak diurus bisa memicu kecelakaan. Sampah anorganik seperti plastic juga banyak.” ujar Andre Odung, salah satu guru yang mendampingi siswa.
Selain pertigaan dekat SPBU Tanah Merah, sebagian siswa juga memungut sampah dan membersihkan badan jalan di simpang HI (Hadakewa- Ile Ape).
Kepala SMP Negeri III Ile Ape Timur Satap Hamahena, Yustinus Mado kepada media menjelaskan, pelibatan siswa dalam kegiatan pembersihan jalan dan pungut sampah terkait pendidikan karakter dan penguatan kesadaran sosial peserta didik agar memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, para siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan ruang publik serta membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama. Pendidikan karakter harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Yustinus Mado menambahkan, sekolah tidak hanya berperan dalam membangun kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter sosial dan sikap tanggung jawab terhadap kehidupan bersama. (EA)











