Rohani

Renungan Singkat Menyegarkan; “Tertangkap Sendiri dalam Jebakan”

12
×

Renungan Singkat Menyegarkan; “Tertangkap Sendiri dalam Jebakan”

Sebarkan artikel ini
RD Kristo Oki
 “Tertangkap Sendiri dalam Jebakan”
Oleh: RD Kristo Oki
Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dkk. Martir
Bacaan Injil: Markus 12:18-27
Saudara-saudari terkasih!
Dalam Injil hari ini, orang-orang Saduki datang kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan yang kelihatannya cerdas, tetapi sebenarnya penuh jebakan. Mereka tidak percaya akan kebangkitan, lalu memakai kisah seorang perempuan yang menikah dengan tujuh bersaudara untuk menjebak Yesus: pada hari kebangkitan, perempuan itu menjadi istri siapa?
Namun, Yesus membalikkan jebakan itu.
Mereka yang hendak menangkap Yesus dengan logika manusiawi, justru tertangkap sendiri dalam kebodohan rohani mereka. Yesus berkata bahwa mereka sesat karena tidak mengerti Kitab Suci dan kuasa Allah. Allah bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.
Di sinilah pesan menyegarkan bagi kita. Kadang manusia merasa pintar menyusun alasan, membenarkan diri, memutarbalikkan kebenaran, bahkan menjebak orang lain dengan kata-kata. Tetapi di hadapan Tuhan, hati yang licik akan terbuka. Kebenaran tidak bisa dikalahkan oleh permainan logika.
Hari ini Gereja juga memperingati St. Karolus Lwanga dan kawan-kawan martir. Mereka tidak terjebak oleh ancaman, kekuasaan, nafsu, dan ketakutan. Mereka memilih setia kepada Kristus. Tubuh mereka boleh dibakar, tetapi iman mereka tetap hidup. Mereka percaya bahwa Allah bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.
Maka, jangan menjebak hidup kita dalam kepalsuan. Jangan menjebak iman kita dalam ketakutan. Jangan menjebak kasih kita dalam kepentingan diri. Di hadapan Tuhan, yang menang bukan yang paling pandai beralasan, tetapi yang paling setia hidup dalam kebenaran.
Quotes RESIMEN:
“Siapa menjebak kebenaran, akan tertangkap oleh kepalsuannya sendiri; tetapi siapa setia kepada Kristus, hidupnya tidak pernah mati.”
Doa Singkat:
Tuhan Yesus, bebaskanlah kami dari hati yang licik, pikiran yang menipu, dan iman yang mudah takut. Semoga seperti St. Karolus Lwanga dan kawan-kawan martir, kami berani setia kepada-Mu, sebab Engkaulah Allah orang hidup. Amin.
Slogan RESIMEN:
Segar Firman-Nya — Kuatkan Iman — Nyatakan Kasih.
Selamat memaknai hari.
Doaku: Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *