Rohani

 Renungan Singkat Menyegarkan: “Ketika Badai Diteduhkan Tuhan”

10
×

 Renungan Singkat Menyegarkan: “Ketika Badai Diteduhkan Tuhan”

Sebarkan artikel ini
 “Ketika Badai Diteduhkan Tuhan”
Oleh: RD Kristo Oki
Injil: Matius 8:23-27
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan!
Injil hari ini mengisahkan Yesus bersama para murid-Nya berada di dalam perahu. Tiba-tiba datanglah angin ribut besar. Gelombang menghantam perahu. Para murid panik, takut, dan merasa hidup mereka terancam. Anehnya, Yesus justru sedang tidur.
Dalam ketakutan, mereka berseru: “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” Yesus bangun lalu berkata: “Mengapa kamu takut, hai orang yang kurang percaya?” Kemudian Ia menghardik angin dan danau itu. Seketika semuanya menjadi teduh.
Saudara-saudari terkasih,
Hidup kita juga sering seperti perahu kecil di tengah badai. Ada badai ekonomi, badai keluarga, badai pekerjaan, badai relasi, badai rasa bersalah, badai kesepian, bahkan badai batin yang begitu gelap. Kadang jiwa terasa lelah. Pikiran menjadi sempit. Harapan seperti tertutup. Dalam situasi seperti itu, ada orang yang merasa hidupnya tidak lagi berarti.
Di sinilah Injil hari ini menyentil hati kita. Jangan pernah mengambil keputusan besar ketika jiwa sedang dikuasai badai. Jangan membiarkan rasa putus asa menjadi nakhoda hidup kita. Bunuh diri bukanlah jalan keluar; itu tanda bahwa seseorang sedang menanggung badai batin yang terlalu berat sendirian. Karena itu, jangan tinggal sendiri dalam badai. Berserulah kepada Tuhan. Bicaralah kepada orang yang dapat dipercaya. Datanglah kepada keluarga, sahabat, pastor, guru, konselor, atau siapa pun yang bisa menolong.
Yesus mungkin tampak “tidur”, tetapi Ia tidak pernah meninggalkan perahu hidup kita. Ia ada di sana. Ia hadir dalam diam. Ia menunggu kita berseru: “Tuhan, tolonglah aku.”
Iman bukan berarti hidup tanpa badai. Iman berarti percaya bahwa di dalam badai pun Tuhan masih berkuasa. Rasio manusia bisa buntu, jiwa bisa rapuh, tetapi kuasa Tuhan tidak pernah habis. Saat kita merasa tidak kuat lagi, justru di situlah kita diajak menyerahkan hidup kepada Dia yang mampu meneduhkan angin dan gelombang.
Maka hari ini, jangan kalah oleh badai. Jangan menyerah pada gelap. Jangan percaya bahwa hidupmu tidak berharga. Engkau berharga di mata Tuhan. Perahumu mungkin berguncang, tetapi Tuhan masih berada di dalamnya.
Quotes RESIMEN:
“Badai boleh mengguncang perahu hidup kita, tetapi selama Tuhan ada di dalamnya, harapan tidak akan pernah tenggelam.”
Doa Singkat:
Tuhan Yesus, ketika badai hidup mengguncang hatiku, kuatkanlah imanku. Saat pikiranku buntu dan jiwaku lelah, ajarilah aku untuk berseru kepada-Mu. Teduhkanlah badai batinku, pulihkan harapanku, dan tuntunlah aku untuk mencintai hidup sebagai anugerah-Mu. Amin.
Slogan RESIMEN:
Segar Firman-Nya – Kuatkan Iman – Nyatakan Kasih.
Selamat memaknai hari.
Doaku: Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *