“Doa yang Menyata dalam Praksis Hidup”
Oleh: RD Kristo Oki
Bacaan Injil Mat 6:7-15
Berdoalah kalian demikian.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus, “Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata. Jadi janganlah kalian seperti mereka. Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian minta kepada-Nya.
Maka berdoalah demikian: Bapa kami, yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami punmengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian juga.b etapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Saudara-saudari terkasih !
Penginjil Matius hari ini, menyajikan bagi kita arti dan makna “Doa” yang sesungguhnya. Doa bukan sekadar rangkaian kata indah yang keluar dari bibir. Doa adalah bahasa jiwa yang membuka diri kepada Allah. Dalam Injil hari ini, Yesus mengajar para murid untuk berdoa dengan sederhana, jujur, dan penuh iman: “Bapa kami yang di surga, dimuliakanlah nama-Mu.”
Doa orang beriman tidak boleh berhenti sebagai ucapan, tetapi harus mengalir menjadi tindakan hidup. Ketika kita berdoa, “Jadilah kehendak-Mu,” kita diajak untuk tidak memaksakan kehendak sendiri, melainkan membiarkan hidup kita diarahkan oleh kehendak Allah. Doa sejati bukan meminta Allah mengikuti kemauan kita, tetapi membiarkan hati kita dibentuk untuk mengikuti rencana-Nya.
Doa juga menuntun kita untuk hidup dalam kasih. Kita meminta rezeki secukupnya, pengampunan dosa, dan pembebasan dari yang jahat. Namun semuanya harus nyata dalam praksis hidup: berbagi dengan sesama, mengampuni yang bersalah, menjauhi kebencian, serta menghadirkan kebaikan di tengah keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat.
Maka, doa bukan pelarian dari hidup, tetapi kekuatan untuk menjalani hidup. Doa adalah bahasa jiwa yang aktif, yang membuat iman menjadi nyata dalam kasih, pelayanan, pengampunan, dan kesetiaan.
Quotes RESIMEN:
Doa yang sejati bukan hanya mengangkat tangan kepada Allah, tetapi juga menggerakkan hati dan langkah untuk menyatakan kasih-Nya.
Doa Singkat:
Tuhan Yesus, ajarilah kami berdoa dengan hati yang tulus. Bimbinglah hidup kami agar selalu mencari kehendak-Mu, mengampuni sesama, dan menyatakan kasih dalam tindakan nyata. Amin.
Slogan RESIMEN:
Segar Firman-Nya – Kuatkan Iman – Nyatakan Kasih
Selamat memaknai hari.
Doaku: Tuhan memberkati.




