“Hati yang Mencari Yesus Tanpa Lelah”
Oleh ; RD Kristo Oki
Pesta Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria
Bacaan Injil, Luk 2:41-51
Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah,
orang tua Yesus pergi ke Yerusalem.
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun,
pergilah mereka ke Yerusalem
seperti lazimnya pada hari raya itu.
Selesai hari-hari perayaan itu,
ketika mereka berjalan pulang,
tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Karena mereka menyangka
bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka,
berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya,
lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan.
Karena tidak menemukan Dia,
kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Sesudah tiga hari,
mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah;
Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama,
sambil mendengarkan mereka,
dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Semua orang yang mendengar Dia
sangat heran akan kecerdasan
dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka.
Lalu kata ibu-Nya kepada-Nya,
“Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?
Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Mengapa kamu mencari Aku?
Tidakkah kamu tahu
bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”
Tetapi mereka tidak mengerti
apa yang dikatakan Yesus kepada mereka.
Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret;
dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.
Dan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Saudara-saudari terkasih !
Hari ini Gereja merayakan Pesta Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria. Injil Lukas mengisahkan Maria dan Yosef yang kehilangan Yesus dalam perjalanan pulang dari Yerusalem. Selama tiga hari mereka mencari Dia dengan cemas, sampai akhirnya menemukan-Nya di Bait Allah.
Peristiwa ini memperlihatkan satu hal yang sangat indah: hati Maria adalah hati yang tidak pernah berhenti mencari Yesus. Ia tidak tinggal dalam kepanikan, tidak menyerah pada kebingungan, tetapi terus mencari sampai menemukan Putranya. Hati Maria adalah hati yang setia, hati yang merenung, hati yang menyimpan misteri Allah dalam keheningan iman.
Kadang dalam hidup, kita pun merasa “kehilangan Yesus”. Doa terasa kering, hidup terasa berat, pelayanan melelahkan, keluarga penuh pergumulan, bahkan hati kita bisa menjadi jauh dari Tuhan. Tetapi Maria mengajar kita: jangan berhenti mencari Yesus. Carilah Dia dalam doa, dalam Ekaristi, dalam sabda, dalam pelayanan, dan dalam wajah sesama yang membutuhkan kasih.
Yesus ditemukan di Bait Allah. Ini mengingatkan kita bahwa hati yang gelisah akan menemukan damai bila kembali kepada Allah. Seperti Maria, kita diajak menyimpan semua peristiwa hidup dalam hati, bukan untuk memelihara luka, tetapi untuk membaca kehendak Tuhan di balik setiap peristiwa.
Maka, pada pesta Hati Tak Bernoda Maria ini, marilah kita mohon rahmat agar hati kita dibersihkan dari egoisme, disembuhkan dari kecemasan, dan diteguhkan untuk terus mencari Yesus tanpa lelah.
Quotes RESIMEN:
“Iman yang sejati bukan hati yang tidak pernah gelisah, tetapi hati yang tetap mencari Yesus sampai menemukan-Nya.”
Doa Singkat:
Tuhan Yesus, bentuklah hatiku seperti hati Maria: tulus, setia, hening, dan tak pernah lelah mencari Engkau. Saat aku cemas dan kehilangan arah, tuntunlah aku kembali kepada-Mu. Amin.
Slogan RESIMEN:
Segar Firman-Nya – Kuatkan Iman – Nyatakan Kasih.
Selamat memaknai hari.
Doaku: Tuhan memberkati.


