Rohani

Renungan Singkat Menyegarkan: “Merampas Kepercayaan – Menguasai Hak Orang”

5
×

Renungan Singkat Menyegarkan: “Merampas Kepercayaan – Menguasai Hak Orang”

Sebarkan artikel ini
RD Kristo Oki

“Merampas Kepercayaan – Menguasai Hak Orang”

Oleh; RD Kristo Oki

Bacaan Injil;  Mrk 12:1-12

Mereka menangkap dan membunuh putera kesayangan, dan melemparkannya ke luar kebun anggur.

Inilah Injil Suci menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya,  “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur, dan mendirikan menara jaga. Kemudian disewakannya kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap, lalu ia berangkat ke negeri lain. Ketika sudah tiba musim panen, ia mengutus seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun.

Tetapi hamba itu ditangkap dan dipukuli oleh para penggarap lalu disuruh pergi dengan tangan hampa. Kemudian pemilik kebun anggur itu menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang itu mereka pukuli sampai luka kepalanya, dan sangat mereka permalukan.

Lalu pemilik itu menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul, dan ada yang mereka bunuh.

Kini tinggal satu orang, yakni puteranya yang kekasih. Dialah yang akhirnya diutus kepada mereka, sebab pikirnya, ‘Puteraku pasti akan mereka segani.’Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain,  ‘Dia itulah ahli waris! Mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkap dan membunuh dia, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.

Sekarang apa yang akan dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggurnya kepada orang-orang lain.

Tidak pernahkah kamu membaca ayat ini: Batu yang dibuang oleh para tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Itulah tindakan Tuhan, suatu hal yang ajaib dalam pandangan kita.”

Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak. Maka mereka pergi dan membiarkan Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan

 

Saudara-saudari terkasih!

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang para penggarap kebun anggur. Mereka diberi kepercayaan untuk mengelola kebun anggur milik tuan mereka. Namun, kepercayaan itu berubah menjadi keserakahan. Mereka bukan lagi sekadar menggarap, tetapi ingin menguasai. Mereka menolak utusan-utusan tuan kebun, bahkan membunuh anaknya sendiri, dengan pikiran keliru: “Mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.”

Di sinilah dosa manusia tampak jelas: ketika kepercayaan dirampas menjadi kekuasaan, ketika tanggung jawab berubah menjadi ambisi, ketika hak orang lain dikuasai demi kepentingan diri sendiri.

Yesus sedang menegur para pemimpin yang diberi amanat oleh Allah, tetapi gagal menjaga umat-Nya. Mereka lupa bahwa kuasa bukan milik pribadi, jabatan bukan warisan keluarga, dan tanggung jawab bukan alat untuk memperkaya diri. Semua yang dipercayakan Allah harus dikembalikan sebagai buah kebaikan, keadilan, pelayanan, dan kasih.

Dalam konteks Hari Lahir Pancasila, Injil ini mengingatkan kita bahwa bangsa ini juga adalah “kebun anggur” yang dipercayakan Allah kepada kita. Pancasila lahir bukan untuk dijadikan slogan kosong, melainkan dasar hidup bersama: beriman kepada Tuhan, menghargai kemanusiaan, menjaga persatuan, membangun musyawarah, dan memperjuangkan keadilan sosial.

Namun, ketika kepercayaan rakyat dirampas menjadi kepentingan kelompok; ketika hak orang kecil dikuasai oleh yang kuat; ketika keadilan hanya indah di pidato tetapi jauh dari dapur rakyat, maka kita sedang mengulang dosa para penggarap kebun anggur itu.

St. Yustinus, Martir, yang kita peringati hari ini, memberi teladan keberanian membela kebenaran iman. Ia tidak menjual kebenaran demi kenyamanan hidup. Ia memilih setia kepada Kristus, meskipun harus membayar dengan darahnya.

Maka, RESIMEN hari ini mengajak kita: jangan merampas kepercayaan. Jangan menguasai hak orang. Jadilah pengelola yang jujur, pemimpin yang melayani, umat yang setia, dan warga bangsa yang menjaga Pancasila dengan tindakan nyata.

Quotes RESIMEN

“Kepercayaan adalah titipan Tuhan; siapa merampasnya menjadi kekuasaan, sedang merusak kebun anggur Allah.”

Doa Singkat

Tuhan Yesus, ajarilah kami menjaga setiap kepercayaan dengan hati yang jujur. Jauhkan kami dari keserakahan yang merampas hak sesama. Semoga dalam iman, pelayanan, dan hidup berbangsa, kami menghasilkan buah keadilan, kasih, dan kebenaran. 

Amin.

SEGAR FIRMANNYA – KUATKAN IMAN – NYATAKAN KASIH

Selamat memaknai hari.

Doaku: Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *