Kabar Rakyat Terkini, Ende_ Menyambut masa depan usai bangku sekolah sering kali menghadirkan kecemasan tersendiri bagi para siswa. Memahami tantangan zaman yang kian dinamis, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende hadir di tengah siswa kelas XII SMKN 2 Ende untuk memberikan pembekalan nyata mengenai dunia kerja.
Di tengah masifnya pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Flores, para siswa diajak untuk menangkap peluang besar dalam ekosistem energi bersih.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa keterlibatan PLN dalam dunia pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun kemandirian generasi muda NTT sebagai aktor utama transisi energi.

“Kami ingin adik-adik di SMK tidak hanya cakap secara teknis di bengkel, tapi juga memiliki kompas yang jelas menghadapi pergeseran industri ke arah energi bersih. PLN hadir memberi penguatan bahwa dunia kerja masa depan menuntut kesiapan mental dan adaptabilitas terhadap teknologi ramah lingkungan. Kita ingin lulusan SMK di NTT menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi hijau, bukan sekadar penonton di tengah kekayaan potensi energi terbarukan daerahnya,” ujar Eko.
Manager PLN ULP Ende, Immer R. Pakpahan, menambahkan pentingnya orientasi masa depan bagi siswa tingkat akhir agar mereka mampu bersaing di tengah digitalisasi layanan kelistrikan dan transisi energi yang sedang berjalan.
“Kami berharap para siswa memiliki gambaran nyata tentang profesionalitas kerja di PLN maupun industri mitra. Kesiapan diri sejak dini, termasuk pemahaman akan energi masa depan, adalah modal utama agar mereka mampu bersaing secara global,” tambah Immer.
Franciska Febriani Siregar, S.Pd., guru SMKN 2 Ende, menyebut kehadiran PLN memberikan perspektif industri yang mutakhir bagi para siswa.
“Kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa sikap, karakter, dan pemahaman akan keberlanjutan lingkungan sama pentingnya dengan nilai akademik saat sudah bekerja nanti,” ungkapnya.
Bagi siswa seperti Nicolaus Tolentino Geraldy Lio dari jurusan Teknik Geomatika, sesi ini menjadi pembuka wawasan masa depan.
“Kami jadi tahu jalur mana yang harus ditempuh dan bagaimana keahlian kami bisa berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang lebih modern dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Hal serupa dialami Gregorius Gratia Padji dari jurusan Konstruksi Jalan dan Jembatan. Ia menjadi lebih percaya diri menghadapi masa transisi dari status siswa menjadi bagian dari tenaga kerja yang kompeten.
Melalui kolaborasi ini, PLN dan SMKN 2 Ende membuktikan bahwa sinergi antara sektor industri energi dan pendidikan adalah kunci utama untuk mencetak generasi yang siap kerja, siap berinovasi, dan siap mendukung kedaulatan energi bersih di negeri ini.
Kegiatan sosialisasi fungsi dan layanan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang berlangsung pada 9–10 April 2026 ini menjadi bagian komitmen PLN mendukung program pemerintah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.(KN)











