Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_ Bencana alam hebat di Sumatera, menggugah rasa empati PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT). Terpanggil oleh rasa kemanusiaan dan solidaritas nasional, PLN memberangkatkan satu tim Emergency Restoration System (ERS).
Tim ini bertugas khusus membantu percepatan pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Tim pertama ERS yang terdiri dari 6 personel terbaik bagian Transmisi telah diberangkatkan sejak Sabtu, 29 November 2025 lalu.

Muhammad Husen, Manager PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang,memimpin tim kecil yang beranggotakan, Yoga Aditya Rahman dan Yohanes Filigius Tae dari ULTG Kupang, Nikodemus Dagomes Kasa dari ULTG Flores Timur, serta Nikson Boboy dan Marianus Wora dari ULTG Flores Barat.
Tim ERS relawan PLN NTT telah berada di Provinsi Aceh dan bergabung bersama tim relawan PLN dari seluruh Indonesia untuk bekerja keras memulihkan jaringan kelistrikan yang vital.

“Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, PLN memiliki tanggung jawab untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sumatera,” ujarnya General Manager PLN UIW NTTF. Eko Sulistyono.
Ketua tim relawan PLN NTT, Muhammad Husen, melaporkan bahwa timnya telah terlibat aktif dalam beberapa pekerjaan krusial di Aceh.
“Saat ini, tim recovery bencana Sumatera PLN NTT telah berada di Aceh dan telah terlibat mendirikan Tower Emergency 1 dan 2 penghubung tegangan tinggi jaringan transmisi Bireun-Peusangan 150 kV, dan Tower Emergency 1, 2, dan 3 Arun penghubung tegangan tinggi jaringan transmisi Arun – Bireun 150 kV di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh,” lapor Husen.
Husen juga memohon doa dan dukungan agar semua anggota tim dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali ke NTT dengan selamat.
Salah seorang anggota tim, Marianus Wora, menceritakan tantangan berat di lokasi.
“Tantangan medan dan akses lokasi sangat sulit. Kami harus berinovasi, bahkan sampai membuat flying fox sederhana untuk mengirim material dan personel karena harus menyeberang sungai. Walaupun tingkat risiko keselamatan sangat tinggi, kami tetap mengutamakan kehati-hatian,” jelasnya.
Meski demikian, kelelahan fisik dan mental meraka terbayar lunas.
“Menjadi suatu kepuasan tersendiri jika pekerjaan cepat selesai dan Aceh terang kembali,” tutupnya.
Sementara sebagai komitmen berkelanjutan, GM PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menambahkan bahwa PLN NTT juga sedang mempersiapkan tim tambahan dari bagian Distribusi yang direncanakan akan diberangkatkan pada 18 Desember 2025 dengan kekuatan 17 personel.
Keberangkatan tim ERS, dengan dukungan teknis dan standar keamanan yang ketat, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di daerah bencana sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan kehidupan segera bangkit.
@RedaksiKRT











