Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Rumah Sakit Bukit Lewoleba Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur, kembali melaksanakan bakti sosial kesehatan, melalui operasi bibir sumbing. Pelayanan kemanusiaan ini akan dilaksanakan bersama tim medis Bedah bibir sumbing dari Rumah Sakit Saiful Anwar, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Udayana Bali.
Koordinator Tim Bedah Bibir Sumbing, Haji Bagong Priantono, S.Kep., Ns., MM, kepada media ini, Senin 15 Juni 2026 mengatakan sebanyak tujuh orang tim medis akan terlibat dalam operasi bibir sumbing terdiri dari empat dokter dan tiga perawat. Semuanya tergabung dalam Yayasan Sekar Lintas Nusantara.
“Sejak tahun 1986 kami melakukan pelayanan seperti ini. Kami ingin membantu saudara-saudara kita di daerah terluar agar bisa mendapatkan penanganan yang layak,” kata Bagong.
Dalam bakti sosial kemanusiaan Operasi Bibir Sumbing, hanya tiga pasien yang mendaftar dan langsung menjalani operasi pada Senin, 15 Juni 2026 di RS Bukit Lewoleba.
Tiga pasien ini terdiri dari satu perempuan dewasa dan dua anak laki-laki. Sedikitnya jumlah pasien ini, disinyalir terkait terputusnya informasi dan koordinasi dari layanan kesehatan pemerintah hingga ke tingkat masyarakat terutama di pedesaaan.
Direktur Rumah Sakit Bukit Lewoleba, dr, Vincencia Caroline kepada kabarrakyatterkini, menyebutkan pihaknya sudah lebih dari 2 bulan menyebarkan flyer informasi perndaftaran bagi calon pasien operasi Bibir Sumbing.
Dirinya berharap sedikitnya pasien pendaftar karena terkait rendahnya kasus bibir sumbing di Lembata.
“ Kami sudah cukup lama menyebarkan informasi lewat media sosial juga lewat median dan jurnalisnya. Kami berharap angka pasien yang sedikit mendaftar ini karena memang hanya sedikitnya kasus. Tapi jika ternyata kasus bibir sumbing di Lembata sebenanrnya banyak, maka kami harapkan proaktif dari pemerintah termasuk unit dan jejaring layanan kesehatan hingga ke desa-desa. ” jelas dr. Vincensia.
Sejauh ini, RS Bukit Lewoleba belum punya mekanisme pemetaan potensi pasien Bibir Sumbing sehingga tidak bisa memastikan alasan rendahnya jumlah pasien yang mendaftar.
“ Kita punya banyak keterbatasan sehingga tidak punya pemetaan dan basis data soal sebaran pasien dan kasus. Jadi memang kita sangat harapkan pro aktif dari pemerintah dan juga dari teman-teman media. Tapi kita berharap angka ini menunjukkan bahwa memang pasien bibir sumbing hanya demikian kasusnya, ” tambahnya.
Tim Operasi Bibir Sumbing telah berhasil melaksanakan operasi bagi tiga pasien di Lembata. Selanjutnya mereka akan berpindah ke Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur untuk kegiatan yang sama. (EA)











