HukumInternasionalKabar BeritaTerkini

Diselundupkan Ke Serawak Malaysia, Gadis Asal Desa Nuapin Diselamatkan Ditres PPA PPO Polda NTT

8
×

Diselundupkan Ke Serawak Malaysia, Gadis Asal Desa Nuapin Diselamatkan Ditres PPA PPO Polda NTT

Sebarkan artikel ini
Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_Seorang perempuan asal kabupaten Timor Tengah Selatan berinisial YOL, diselundupkan jaringan perdagangan orang, ke Serawak Malaysia. Korban diselamatkan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda NTT,  setelah mendapatkan penagduan keluarga.

Semua berawal pada Sabtu, 31 Januari 2026 silam. Sekitar pukul 12.30 wita, YOL meninggalkan keluarga dan segala yang dimilikinya di desa Nuapin, menuju desa Nenas, yang berada di kaki gunung Mutis,  setelah mendapat tawaran manis bekerja di Jakarta.

“Korban diberangkatkan dari wilayah TTS menuju Kupang, kemudian diterbangkan ke Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, korban justru dibawa ke Kalimantan dan dikirim ke Malaysia melalui jalur ilegal atau jalur tikus,” jelas Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, Dir Ditres PPA dan PPO Polda NTT.

Janji manis gaji berlimpah dan mimpi merubah nasib,  mulai redup, karena korban mulai mengalami eksploitasi dan intimidasi.

Telepon genggam serta kartu identitas miliknya dirampas. Korban pun diancam harus membayar uang sebesar Rp 30 juta jika ingin dipulangkan ke Indonesia.

Merasa tertekan dan takut, korban mendesak keluarganya meminta bantuan kepada Ditres PPA-PPO Polda NTT, agar dibebaskan  dari perekrutnya dan dipulangkan.

Subdit III TPPO Ditres PPA-PPO Polda NTT pun langsung bergerak cepat. Berkoordinasi dengan Polres TTS,yang tlah menerima Laporan Keluarga sejak 23 Maret 2026, silam, mereka bergerak ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Bersama KBRI Kuala Lumpur, KJRI Serawak, dan Divhubinter Polri, Korban YOL berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

Operasi penyelamatan berhasil berkat koordinasi lintas negara bersama Atase Polri di KBRI Kuala Lumpur dan Liaison Officer (LO) Polri di KJRI Serawak, Malaysia, pada Senin (18/5/2026) pukul 18.00 waktu Malaysia.

“Korban saat ini sudah berhasil diamankan dan ditempatkan di shelter KBRI Serawak sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia,” ujar Kombes Pol. Nova.
Ia menegaskan bahwa Polda NTT terus berkomitmen memberantas jaringan TPPO yang kerap memanfaatkan masyarakat dengan iming-iming pekerjaan di luar negeri.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja nonprosedural, terutama yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa dokumen resmi. Pastikan seluruh proses penempatan tenaga kerja dilakukan secara legal dan melalui jalur resmi,” tegasnya.
Saat ini, Ditres PPA-PPO Polda NTT masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap pihak perekrut dan jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut. (KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *