DesaKabar Berita

Bangun Laboratorium Pertanian, Pemkab Lembata Kembangkan Jagung Komposit

15
×

Bangun Laboratorium Pertanian, Pemkab Lembata Kembangkan Jagung Komposit

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Pemerintah Kabupaten Lembata terus berkomitmen menggerakan berbagai model kegiatan untuk mendukung pencapaian NTT (Nelayan Tani Ternak) yang jadi program unggulan kepemimpinan Bupati – Wakil Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq – Muhamad Nasir. Salah satu komitmennya adalah dengan membangun sentra benih dan percontohan modern, dimulai dengan jenis tanaman Jagung Komposit. Lokasi pilihan untuk konsep ini jatuh pada area pertanian luas di pesisir selatan timur Pulau Lembata, Desa Bean Kecamatan Buyasuri.

“Desa Bean kita jadikan laboratorium. Kalau di sini berhasil, modelnya kita duplikasi ke desa lain. Penyuluh, kelompok tani, pemerintah desa harus satu komando. Kita buktikan pertanian modern bisa jalan di Lembata,” jelas Bupati Petrus.

Pernyataan ini disampaikan Petrus Kanisius Tuaq usai melakukan sesi tanam benih jagung komposit di lahan pertanian yang ada di Desa Bean, Minggu 15 Juni 2026. Penanaman dilakukan bersama sejumlah penyuluh pertanian, pemerintah desa dan kelompok tani di Desa Bean. Dalam arahannya, Bupati mengatakan Desa Bean memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai lokasi perbenihan berbagai komoditas pertanian.

Menurutnya, pengembangan yang saat ini diawali dengan jagung komposit dapat diperluas ke komoditas lain seperti padi pulut dan kacang hijau sehingga mampu memenuhi kebutuhan benih bagi petani di Kabupaten Lembata.

Kanis Tuaq minta semua pihak yang terlibat untuk sama-sama menargetkan penamanan harus sudah selesai di Bulan Juni – Juli 2026. Hal ini dimaksudkan agar hingga September sudah memasuki tahap pembibitan dan persiapan benih. Dengan pola tersebut, benih yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan petani saat memasuki musim tanam pada Oktober.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendengar secara langsung berbagai kebutuhan yang dihadapi petani di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih terbatasnya sarana pendukung pertanian seperti pipa, selang, dan bahan lain yang dibutuhkan untuk mendukung sistem pengairan di lahan pertanian. Ia kemudian meminta petugas terkait segera melakukan inventarisasi kebutuhan agar dapat segera dipenuhi.

Dengan lahan sekitar 1 hektar, sentra benih jagung ini, menurut Kanis Tuaq, akan menerapkan system irigasi tetes sebagai metode pengairan agar lebih hemat dan menjaga kelembaban tanah.

Terkait persoalan sarana produksi, Bupati juga menyoroti perlunya pengamanan lahan pertanian dari gangguan ternak yang dapat merusak tanaman. Ia meminta kelompok tani dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga areal pertanian serta meningkatkan kesadaran pemilik ternak agar tidak melepas hewan secara bebas di sekitar lokasi budidaya.

“Saya melihat adan semangat Melihat semangat para petani dan potensi lahan yang tersedia, saya optimis. Jika dikelola dengan baik Desa Bean dapat berkembang menjadi sentra benih dan kawasan percontohan pengembangan pertanian modern di Kabupaten Lembata. Tentu saja, jalan ke arah sana tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi itu harapan kita. Pemda Lembata siap memfasilitasi kebutuhan masyarakt untuk pengembangan pertanian. “ tambahnya.


Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan Desa Bean menjadi contoh penerapan peningkatan indeks pertanaman (IP), yaitu menanam lebih dari satu kali dalam setahun pada lahan yang sama. Menurut Bupati, pemanfaatan hujan pertama pada Oktober yang sering disebut petani sebagai Hujan Emas.

Melalui pengembangan sentra perbenihan, penerapan irigasi tetes, serta peningkatan indeks pertanaman, Desa Bean diharapkan menjadi model pengembangan pertanian yang mampu meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Kecamatan Buyasuri maupun Kabupaten Lembata secara umum. (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *