Rohani

Renungan Singkat Menyegarkan: “Yang Berkenan dihati Bapa”

20
×

Renungan Singkat Menyegarkan: “Yang Berkenan dihati Bapa”

Sebarkan artikel ini

“Yang Berkenan dihati Bapa”

Oleh; RD Kristo Oki

Peringatan Wajib Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja
Bacaan Injil: Matius 11:25–27

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan!

Dalam Injil hari ini, Yesus bersyukur kepada Bapa:
“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”

Yesus tidak sedang menolak kecerdasan, pendidikan, atau pengetahuan. Gereja justru menghargai akal budi sebagai anugerah Allah. Yang dikritik Yesus adalah kesombongan manusia yang merasa dirinya sudah mengetahui segala sesuatu, tidak membutuhkan siapa pun, bahkan tidak lagi membutuhkan Allah.

Kesombongan adalah penyakit rohani yang halus. Ia tidak selalu muncul dalam kata-kata keras atau sikap memamerkan diri. Kesombongan dapat bersembunyi di balik kesalehan, jabatan, pendidikan, pengalaman, kekayaan, bahkan pelayanan kepada Tuhan.

Kita dapat menjadi sombong ketika merasa pendapat kita selalu paling benar. Kita sulit menerima nasihat, cepat tersinggung ketika dikoreksi, dan merasa keberhasilan hanya terjadi karena kemampuan kita sendiri. Kita senang dipuji, tetapi marah ketika tidak dihargai. Kita mudah melihat

kelemahan orang lain, tetapi sulit mengakui kelemahan diri sendiri.
Ada pula kesombongan rohani. Seseorang merasa lebih suci karena rajin berdoa, lebih baik karena aktif dalam Gereja, atau lebih beriman karena mengetahui banyak ajaran agama. Tanpa disadari, doa dan pelayanan yang seharusnya mendekatkan manusia kepada Allah justru dipakai untuk meninggikan diri dan merendahkan sesama.

Inilah bahaya terbesar dari kesombongan: ia membuat hati manusia tertutup terhadap kebenaran. Orang sombong tidak sungguh-sungguh mendengarkan karena merasa sudah tahu. Ia tidak mudah bertobat karena selalu menemukan alasan untuk membenarkan dirinya. Ia sulit meminta maaf karena menganggap kesalahan selalu berada pada orang lain.

Kesombongan juga membuat manusia merebut tempat Allah. Ia mulai bertindak seolah-olah dirinya adalah ukuran kebenaran, pusat perhatian, dan penentu nilai orang lain. Padahal, segala sesuatu yang kita miliki—kepandaian, jabatan, kesehatan, kemampuan, kesempatan, dan keberhasilan—adalah anugerah yang dipercayakan Tuhan.

Sebaliknya, “orang kecil” yang dimaksud Yesus bukanlah orang yang rendah diri, bodoh, atau tidak mempunyai kemampuan. Orang kecil adalah mereka yang rendah hati. Mereka menyadari bahwa dirinya terbatas dan membutuhkan Tuhan. Mereka mau belajar, menerima koreksi, meminta maaf, dan bersedia dibentuk.

Kerendahan hati bukan berarti menyangkal kemampuan diri. Kerendahan hati adalah menyadari bahwa semua kemampuan berasal dari Allah dan harus digunakan untuk melayani, bukan untuk meninggikan diri.

Hari ini Gereja memperingati Santo Bonaventura, seorang uskup, teolog besar, dan Pujangga Gereja. Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa, tetapi ilmu pengetahuannya tidak membuatnya jauh dari Tuhan. Semakin mengenal kebenaran, ia semakin rendah hati. Baginya, pengetahuan yang sejati harus membawa manusia kepada cinta akan Allah.

Santo Bonaventura mengajarkan bahwa pikiran yang cerdas harus disertai hati yang sederhana. Pengetahuan tanpa kerendahan hati dapat melahirkan kesombongan. Kekuasaan tanpa kerendahan hati dapat melahirkan penindasan. Pelayanan tanpa kerendahan hati dapat berubah menjadi pencarian pujian.

Saudara-saudari terkasih,

Marilah kita memeriksa hati. Apakah kita masih mau mendengarkan? Apakah kita masih bersedia dikoreksi? Apakah kita mampu meminta maaf? Apakah kita sungguh melayani, atau hanya ingin dihargai? Apakah kita bersyukur atas keberhasilan, atau diam-diam menganggap diri lebih hebat daripada orang lain?

Yang berkenan di hati Bapa bukanlah orang yang merasa paling pandai, paling benar, atau paling suci. Yang berkenan di hati Bapa adalah mereka yang memiliki hati sederhana, mau diajar, bersedia bertobat, dan menggunakan segala anugerahnya untuk melayani sesama.

Marilah kita menjadi besar dalam kasih, tetapi tetap kecil di hadapan Allah.

QUOTES RESIMEN
“Kesombongan membuat manusia merasa tidak membutuhkan Allah; kerendahan hati membuat manusia sadar bahwa tanpa Allah, segala kehebatannya hanyalah kehampaan.”

DOA SINGKAT
Tuhan Yesus, bebaskanlah kami dari kesombongan yang membuat kami merasa paling benar, paling mampu, dan paling layak dihormati. Bukalah hati kami agar mau mendengarkan, menerima koreksi, mengakui kesalahan, dan meminta maaf. Ajarlah kami menggunakan pengetahuan, jabatan, dan kemampuan untuk melayani, bukan untuk meninggikan diri. Dengan pengantaraan Santo Bonaventura, jadikanlah kami cerdas dalam pikiran, rendah hati dalam sikap, dan tulus dalam kasih. Amin.

SEGAR FIRMAN-NYA — KUATKAN IMAN — NYATAKAN KASIH
Selamat memaknai hari.
Doaku: Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *