Kabar Rakyat Terkini, Naibonat_Atasi anomali pada Gardu Induk (GI) Naibonat, tekhnisi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang, bergegas melakukan inspeksi manajemen dan pemeliharaan korektif pada peralatan di Gardu Induk tersebut.
Tim teknis menemukan adanya indikasi anomali pada peralatan penghubung Penyulang atau jalur listrik ke arah Amfoang.
Temuan tersebut segera ditindaklanjuti untuk mencegah potensi gangguan meluas yang dapat mengganggu distribusi listrik ke pelanggan di sebagian wilayah Pulau Timor.
Memimpin langsung inspeksi, Manager UPT Kupang, Muhammad Husen yang didampingi jajaran Assistant Manager, hadir memastikan setiap tahapan perbaikan berjalan presisi, efektif, dan sesuai dengan standar keselamatan yang ketat.
Langkah ini diapresiasi General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, yang kembali menegaskan tindakan pengecekan infrastruktur secara detail merupakan kunci untuk meminimalisir pemadaman tidak terencana.
“Kami menyadari bahwa listrik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat NTT. Oleh karena itu, sekecil apa pun anomali yang ditemukan di lapangan, seperti di GI Naibonat ini, harus segera kita tangani sebelum sempat dirasakan dampaknya oleh pelanggan. Ini adalah bentuk dedikasi kami untuk terus menghadirkan pelayanan yang andal dan berkualitas,” papar Eko.
Di lokasi, Tim Pemeliharaan PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (PLN ULTG) Kupang melakukan serangkaian tindakan teknis mulai dari evaluasi titik indikasi gangguan hingga pengujian kembali guna memastikan peralatan kembali bekerja optimal.
Seluruh proses ini dijalankan dengan kepatuhan tinggi terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Tindak lanjut temuan ini memastikan setiap potensi gangguan dapat segera teratasi. Kami mengutamakan keamanan personel di lapangan sekaligus memastikan kualitas hasil pekerjaan tetap prima agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” jelas Husen.
Manager UPT Kupang ini pun menambahkan, langkah korektif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam merawat aset negara.@RedaksiKRT











