GagasanRohani

“Tetap Bertahan Bersama Kristus; Ketika Penolakan Dunia Mengguncang Jiwa”

9
×

“Tetap Bertahan Bersama Kristus; Ketika Penolakan Dunia Mengguncang Jiwa”

Sebarkan artikel ini

 RESIMEN Harian,  Sabtu, 09 Mei 2026

(Renungan Singkat Menyegarkan)

Oleh: Romo Kristo Oki

Teks, Yohanes 15 : 18-21

“Tetap bertahan bersama Kristus; Ketika Penolakan Dunia Mengguncang Jiwa”

Dalam Perikop Injil Yohanes 15:18-21, Yesus secara lugas mengungkapkan sebuah tantangan bagi para MuridNya.

Yesus mengajar dengan lembut namun tidak membius para murid tenggelam dalam kenyamanan semu.

Ia justru berkata : “Jikalau dunia membenci kamu…..”.

Secara psikologis penolakan adalah pengalaman yang paling melukai jiwa manusia.

Perasaan yang menguasai hati ketika ditolak yakni merasa tidak berharga,kesepian, cemas, bahkan tidak menerima identitas diri sendiri. Karena itu banyak orang lantas memilih kompromi dengan dunia untuk diterima.

Tetapi Yesus menunjukkan sesuatu yang mendalam: kebencian dunia terhadap para murid bukan selalu menjadi tanda kegagalan, melainkan konsekoensi kedekatan dengan diriNya.

Ada relasi ekuivalen-mutualistik; semakin seseorang murid sungguh hidup dalam nilai injil; jujur, murni, rendah hati, adil, semakin ia bisa dianggap “asing” oleh dunia yang mencintai kenyamanan dan kepalsuan dosa.

Masalahnya, manusia secara psikologis haus akan pengakuan dan penerimaan bila belum bertumbuh pada identitas sejatinya. Yang diinginkan adalah dipuji, diakui, diterima kelompoknya.

Lantas ketika iman menuntut keberanian berbeda, jiwa kita sering goyah.

Banyak orang akhirnya lebih takut kehilangan penerimaan sosial demi gengsi daripada kehilangan kedalaman relasi dengan Tuhan.

Pada Bulan Maria ini, kita belajar sesuatu yang mendalam dan berakar dari kebajikan hidup Bunda Maria.

Maria adalah Pribadi yang matang secara spiritual dan emosional karena kedekatannya dengan Kristus.

Dalam realitas sosial, Maria pun mengalami kecemasan, kebingungan bahkan “pedang” penderitaan di kaki salib.

Namun Maria tidak mencari pelarian. Ia tetap tinggal bersama Tuhan. Maria mengajarkan bahwa kedewasaan iman bukan berarti tidak ada luka, tetapi tetap setia di tengah luka.

Karena itu, posisi kemuridan yang harus kita ambil adalah keberanian untuk tetap melekat pada Kristus, ditengah penolakan dunia dengan menggenggam damai Batin.

Murid Kristus bukan pribadi yang membenci dunia,tetapi pribadi yang tidak menggantungkan dirinya pada penerimaan dunia dengan standar label status sosial dan gengsi.

Sebab identitas terdalam seorang murid Tuhan bukan terletak pada tepuk tangan dunia, melainkan oleh kasih Tuhan.

Pelajaran berharga hari ini;

Yesus mengajar kita jangan mencari aman dengan meninggalkan kebenaran. Tetaplah tinggal dalam Dia yang adalah Kebenaran. Sebab ketika dunia menolak kita, Tuhan justru sedang membentuk kita untuk lebih dewasa,lebih murni dan lebih kuat. Kita bermartabat Ilahi.

Selamat Memaknai akhir pekan bersama sesama di sekitarmu.

Tuhan Memberkati

Doaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *