Kabar Rakyat Terkini, Flores Timur_Gempa yang melanda kawasan Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur, 9 -10 April 2026, merusak ratusan rumah warga. Akibatnya ribuan warga harus kehilangan tempat tinggal, dan mengungsi ke rumah kerabat. Pasca gempa bumi, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo 4,7 SR tersebut menyebabkan kerusakan masif di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur.
“Data sementara menunjukkan sebanyak 354 unit rumah mengalami kerusakan dengan total 403 kepala keluarga atau sekitar 1.939 jiwa terdampak. Selain itu, terdapat 15 fasilitas umum yang ikut rusak serta 18 warga mengalami luka ringan,” jelas AKBP Adhitya Octorio Putra,. Kapolres Flores Timur,
Wlayah terdampak paling parah berada di Desa Lamahala Jaya dan Desa Terong, yang mengalami kerusakan cukup parah pada hunian warga maupun fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah.
Menghadapi kondisi ersebut, 44 personel Polres Flores Timur dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, pengamanan, serta distribusi bantuan logistik.
Para personel juga aktif melakukan pelayanan kesehatan, trauma healing bagi anak-anak, serta membantu masyarakat membersihkan puing-puing bangunan.
“Kami bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus bersinergi dalam penanganan bencana ini, mulai dari pendataan korban, distribusi bantuan, hingga pemulihan kondisi psikologis warga,” ujarnya lagi..
Selain membangun tenda-tenda pengungsian, sejumlah bantuan sosial berupa sembako dari Kapolda NTT pun telah dbagikan kepada warga terdampak,
“Bapak Kapolda berharap seluruh masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengutamakan keselamatan. Kami juga berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” ungkap AKBP Adhitya.










