DesaHukum

Kunjungi Markas Yon TP 877/ Biinmafo, Menhan Ingatkan Jaga Kehormatan TNI

4
×

Kunjungi Markas Yon TP 877/ Biinmafo, Menhan Ingatkan Jaga Kehormatan TNI

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Kefamenanu_Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Bapak Sjafrie Sjamsoeddin bersama rombongan tiba di Markas Yon TP 877/Biinmaffo, Jumat 23 Januari 2025. Setibanya di satuan, Menhan RI menerima laporan resmi dari Danyon TP 877/Biinmaffo Letkol Inf Sandi Hely Wijaya, dilanjutkan dengan penyambutan jajar kehormatan dari regu jaga kesatrian serta yel-yel penyemangat yang menggema dari seluruh prajurit Yon TP 877/Biinmaffo.

Suasana penyambutan berlangsung penuh semangat dan kebanggaan, mencerminkan kesiapan serta loyalitas prajurit dalam menjalankan tugas negara. Kehadiran Menteri Pertahanan RI menjadi motivasi tersendiri bagi prajurit muda yang bertugas di wilayah perbatasan sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan RI bersama rombongan menerima paparan langsung dari Danyon TP 877/Biinmaffo terkait kondisi satuan, pelaksanaan tugas pokok, pembinaan personel, serta kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Paparan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan pembinaan satuan di wilayah perbatasan.

Usai menerima paparan, Menteri Pertahanan RI dan rombongan melaksanakan peninjauan langsung ke dapur makan prajurit Yon TP. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan prajurit terpenuhi dengan baik, sebagai bagian penting dalam mendukung kesiapan fisik dan mental prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan bangsa.

Dalam pengarahan langsung kepada seluruh prajurit Yon TP 877/Biinmaffo, Menteri Pertahanan RI menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas semangat juang prajurit muda yang rela membela negara dan bangsa. Ia menegaskan bahwa patriotisme tidak hanya diucapkan, tetapi harus tertanam kuat dalam jiwa dan raga, disertai kesiapan fisik dan mental yang prima sebagai prajurit TNI.

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan RI menekankan bahwa prajurit yang bertugas di garis perbatasan merupakan pengawal kedaulatan negara yang telah menyatakan kesiapan untuk berkorban demi kepentingan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan, kesiapan, serta penempatan prajurit harus dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dalam arahannya, Menhan RI juga mengingatkan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang harus selalu berada di tengah-tengah rakyat dan bermanfaat bagi rakyat. Prajurit berasal dari rakyat, dibiayai oleh rakyat, dan karena itu harus mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Sebagai tentara pejuang dan tentara nasional, prajurit TNI tidak boleh membeda-bedakan suku, agama, maupun latar belakang, melainkan menjunjung tinggi persatuan, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit.

Menutup pengarahan, Menteri Pertahanan RI menegaskan pentingnya menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI. Kesetiaan kepada negara, tugas, atasan, sesama prajurit, dan kesatuan merupakan nilai utama yang harus dipegang teguh. Ia berpesan agar tidak ada satu pun prajurit yang menodai kehormatan TNI, karena kehormatan itulah yang menjaga kepercayaan rakyat dan menjadikan prajurit TNI tetap terhormat di mata bangsa dan negara.@RedaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *