Kabar Rakyat Terkini, Manubelon_ Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono, meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Termanu dan Jembatan Kapsali di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Selasa (7/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat di wilayah Amfoang.
Dalam kegiatan tersebut, Danrem didampingi Dandim 1604/Kupang Letkol Arm Didit Prasetyo, Danyon Zikon 13/KE Letkol Czi Hilal, unsur Korem 161/Wira Sakti, Kodim 1604/Kupang, Denzibang, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Setibanya di lokasi Jembatan Termanu, rombongan disambut dengan prosesi adat sebelum dilanjutkan peninjauan lapangan, dialog bersama masyarakat, pembagian tas sekolah kepada siswa SD Oelamopu, serta pelaksanaan diskusi teknis terkait pembangunan jembatan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Brigjen TNI Hendro Cahyono menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang selama hampir tiga tahun mengalami kesulitan akibat putusnya akses penghubung antardesa.
“Jembatan ini merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, anak-anak menuju sekolah, maupun warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, pembangunan ini menjadi prioritas,” ujarnya.
Danrem menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Satgas Jembatan TNI AD yang menargetkan pembangunan sekitar 5.000 jembatan di seluruh Indonesia.

“Khusus di wilayah Amfoang akan dibangun empat jembatan, yakni Jembatan Termanu, Kapsali, Bipolo, dan Nunpisa. Saat kunjungan kerja Wakil Presiden RI beberapa waktu lalu, kondisi Jembatan Termanu dan Kapsali juga telah ditinjau langsung sehingga percepatan pembangunannya menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya.
Menurut Danrem, pembangunan akan dilaksanakan oleh personel Yonzipur yang didatangkan dari Jakarta dan diperkuat personel kompi konstruksi dari Yon TP di wilayah NTT. Apabila diperlukan tambahan tenaga, personel dari satuan TNI di wilayah NTT akan turut dilibatkan bersama masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Seluruh pekerjaan ini dilaksanakan oleh TNI bersama masyarakat. Sinergi dan gotong royong menjadi kunci agar pembangunan dapat selesai tepat waktu,” tegasnya.
Brigjen TNI Hendro Cahyono juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Satgas Jembatan TNI AD telah membangun sekitar 55 jembatan di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur, baik jembatan perintis maupun jembatan beton, dan sekitar 25 jembatan di antaranya telah selesai.
Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan selesainya jembatan ini nantinya, distribusi hasil pertanian dan peternakan akan semakin lancar, biaya transportasi menjadi lebih efisien, aktivitas ekonomi meningkat, anak-anak dapat bersekolah tanpa terhambat saat musim hujan, serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera dievakuasi melalui akses jalan yang memadai,” ungkapnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi wujud komitmen Korem 161/Wira Sakti dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan konektivitas, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur. (KN)











