Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_ Memasuki lingkungan industri ketenagalistrikan bisa menjadi hal yang mendebarkan bagi para mahasiswa dan siswa yang baru memulai langkahnya. Menyadari hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang memberikan sambutan hangat sekaligus bekal penting melalui kegiatan Safety Induction dan edukasi PLN Mobile, Rabu (01/07) lalu.
Grup perdana para peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Universitas Muhammadiyah Kupang, SMK Negeri 5 Kupang, dan SMK Negeri Kolbano ini tidak langsung diterjunkan ke lapangan, melainkan dirangkul terlebih dahulu untuk mengenal esensi paling utama dalam bekerja: pulang ke rumah dengan selamat.
Bagi PLN, keselamatan bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan sebuah budaya yang menghargai setiap nyawa manusia. Dalam sesi Safety Induction, para peserta diajak untuk memahami potensi bahaya di lingkungan instalasi listrik tinggi, pentingnya Alat Pelindung Diri (APD), hingga kesiapan menghadapi situasi darurat.
Selain diajarkan cara menjaga diri, mereka juga dikenalkan pada cara mempermudah hidup masyarakat lewat transformasi digital melalui platform superapps PLN Mobile. Aplikasi ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi hadir untuk memotong jarak birokrasi, memberikan kenyamanan kepada pelanggan mulai dari pengaduan gangguan hingga pembayaran tagihan hanya dalam satu genggaman.
Manager PLN UPT Kupang, Muhammad Husen, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan ini didasari oleh rasa tanggung jawab untuk ikut mengasuh dan menempa mentalitas generasi penerus bangsa.
“Kami ingin adik-adik kita tidak hanya pulang membawa sertifikat magang, tetapi membawa karakter baru. Karakter yang peduli pada keselamatan kerja (K3) dan adaptif terhadap kemajuan zaman. Kami berharap mereka bisa menjadi perpanjangan tangan PLN untuk membawa kemudahan layanan digital ini ke tengah-tengah keluarga dan lingkungan mereka sendiri,” tutur Husen penuh harap.

Pengalaman hari pertama ini meninggalkan kesan mendalam bagi Wulan Angeliq, mahasiswi Universitas Nusa Cendana. Ia mengaku perhatian yang diberikan PLN membuat dirinya dan rekan-rekan merasa lebih percaya diri.
“Jujur, awalnya ada rasa tegang. Tapi lewat Safety Induction ini, kami merasa sangat dilindungi dan dihargai. Kami jadi mengerti kalau di PLN, keselamatan kerja adalah yang nomor satu. Ditambah lagi edukasi PLN Mobile, kami baru sadar teknologi PLN sudah sejauh ini. Ini adalah bekal hidup yang luar biasa sebelum kami benar-benar lulus kuliah nanti,” ujar Wulan tersenyum.
Secara terpisah, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa membangun infrastruktur kelistrikan yang megah tidak akan lengkap tanpa membangun manusianya.
“Kami di PLN percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan ketenagalistrikan adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, karakter kuat, dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan. Lewat pembekalan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai itu di hati mereka, agar kelak mereka tumbuh menjadi profesional yang tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga berkontribusi tulus bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Eko. (KN)











