DesaKabar Berita

Negara Hadir, Setelah Belasan Tahun Jublina Hidup Tanpa Listrik

8
×

Negara Hadir, Setelah Belasan Tahun Jublina Hidup Tanpa Listrik

Sebarkan artikel ini
Kabar Rakyat Terkini, Kupang_Selama 11 tahun, malam hari di rumah Jublina Loemnanu selalu dilewati dalam temaramnya cahaya lampu pelita dan kesunyian. Kemiskinan membuat warga Desa Oefeto, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini,  bertahun-tahun harus menahan rindu, terbitnya secercah cahaya listrik di kediamannya.
Penantian panjang itu pun berakhir pada pada Senin, 22 Juni 2026 lalu.
Bercucuran air mata bahagia dan isak tangis bahagia Jublina pecah seketika, saat jemarinya bersama rombongan SERUNI Kabinet Merah Putih (KMP) dan PLN, menekan sakelar pertama di dinding rumahnya. Dalam satu kedipan mata, rumah yang belasan tahun gelap gulita itu kini berubah menjadi terang benderang.
Suaranya bergetar dan mata yang terus berkaca-kaca, Jublina tidak mampu menyembunyikan rasa syukur yang mendalam, atas terang yang menyinari seisi  rumahnya, melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis dari pemerintah.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan pasang listrik gratis dari pemerintah lewat PLN. Selama kurang lebih 11 tahun ini, kami hanya menggunakan lampu pelita untuk penerangan malam. Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan PLN yang telah membantu saya memiliki meteran listrik sendiri,” ungkap Jublina sembari menyeka air matanya.
Kebahagiaan Jublina kian lengkap. Selain rumahnya yang kini dialiri listrik, ia juga menerima paket bantuan sembako yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum SERUNI KMP, Ibu Tri Tito Karnavian, dan Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Ibu Mindriyati Astiningsih Laka Lena.
Menyaksikan langsung momen emosional tersebut, Ketua Umum SERUNI KMP Ibu Tri Tito Karnavian mengaku sangat tersentuh. Menurutnya, menghadirkan listrik ke rumah warga seperti Ibu Jublina adalah inti dari program jaminan sosial pemerintah.
“Menyaksikan langsung kebahagiaan warga saat lampu mereka menyala adalah momentum yang sangat menyentuh. Kunjungan kerja kami di NTT kali ini memang fokus pada penguatan kesejahteraan masyarakat dari berbagai lini, termasuk pemenuhan energi kelistrikan. Semoga sinergi bersama PLN ini terus berlanjut demi mewujudkan Indonesia yang maju dan merata dari pinggiran negeri,” tutur Ibu Tri Tito Karnavian.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa senyum bahagia dari penerima manfaat seperti Ibu Jublina adalah bahan bakar semangat bagi seluruh petugas PLN yang bertaruh tenaga di lapangan. PLN berkomitmen penuh bahwa program BPBL bukan sekadar target angka rasio elektrifikasi, melainkan tentang menghadirkan keadilan sosial yang nyata.
“Listrik yang menyala di rumah Ibu Jublina hari ini bukan sekadar alat penerang. Ini adalah pilar utama yang akan mengubah kualitas hidup keluarga, mendukung pendidikan anak-anak di malam hari, dan membuka peluang ekonomi baru di Desa Oefeto. Kami di PLN merasa terhormat bisa mengawal langsung aksi kemanusiaan ini bersama Ibu-Ibu SERUNI Kabinet Merah Putih,” kata Eko.
Penyalaan listrik gratis di rumah Jublina ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan kerja dua hari SERUNI KMP Bidang IV di daratan Timor.
Guna memastikan seluruh prosesi sosial dan keandalan pasokan listrik di berbagai titik acara berjalan tanpa kendip (zero down time), PLN UIW NTT menyiagakan personel penuh di lapangan, yang kemudian ditutup dengan Jamuan Makan Malam VVIP bersama Penjabat Gubernur NTT di Rumah Jabatan Gubernur. (KN}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *