Kabar Rakyat Terkini, Maluku_Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo, menggelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Mengusung tema membangun budaya keselamatan untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, tertib dan berkelanjutan, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan pelayaran.
kepala UPP, Ruswan Wusurwut menegaskan, transportasi laut merupakan urat nadi perekonomian, sarana konektivitas, sekaligus sumber penghidupan yang sangat vital bagi masyarakat Indonesia, khususnya wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Aru.

“Namun kita juga harus menyadari bahwa laut memiliki karakteristik yang dinamis dan menyimpan potensi risiko yang tinggi. Oleh karena itu, keselamatan pelayaran bukanlah sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mutlak dan harga mati yang tidak bisa ditawar,” ungkapnya.
Menurut Wusurwut, slogan Safety First atau “Utamakan Keselamatan” tidak boleh hanya menjadi pajangan di kapal maupun pelabuhan, tetapi harus tertanam dalam pola pikir dan tindakan seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pelayaran.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan berdasarkan data dan hasil evaluasi, sebagian besar kecelakaan laut terjadi akibat kombinasi cuaca ekstrem, kondisi kapal yang tidak laik laut, serta faktor kelalaian manusia (human error).
Melalui sosialisasi tersebut, pihaknya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan alat keselamatan sebelum kapal berlayar, memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar kelaiklautan kapal, serta memahami langkah-langkah mitigasi dan penanganan darurat apabila terjadi situasi kontingensi di laut.
“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah sebagai regulator, pemilik kapal sebagai penyedia fasilitas, nakhoda dan awak kapal sebagai pelaksana operasional, serta masyarakat sebagai pengguna jasa harus bersinergi membentuk ekosistem pelayaran yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Usai kegiatan, lanjutnya, kepada wartawan, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terkendali.

“Kami berharap seluruh pengguna transportasi laut selalu memperhatikan alat keselamatan sebagai hal utama yang dapat menunjang kelancaran aktivitas pelayaran,” katanya.
Selanjutnya, terkait kondisi cuaca yang sedang kurang bersahabat, Wusurwut mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan informasi keselamatan pelayaran yang disampaikan pemerintah.
“Beberapa hari ke depan diperkirakan terjadi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin yang cukup kuat. Hal tersebut berdasarkan informasi dari BMKG, kami dari otoritas pelabuhan Dobo telah mengeluarkan surat larangan berlayar demi keselamatan masyarakat,” pungkas Wusurwut. (MIN)











