GagasanKabar BeritaKesehatanUsaha

Work Life Integration, Kiat PLN UIW NTT Memperkuat Ketangguhan Pekerja Perempuan

17
×

Work Life Integration, Kiat PLN UIW NTT Memperkuat Ketangguhan Pekerja Perempuan

Sebarkan artikel ini
Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_Tak mudah menjadi perempuan yang berkarir di industri kelistrikan. Agar tetap profesional di tengah tuntutan peran sebagai ibu, istri, maupun individu, PT PLN (Persero) UIW NTT  menggelar Srikandi Movement bertajuk “Inspiring Srikandi – Worklife Integration: Strong Women in the Modern Era”. di Ruang Sasando pada Jumat,(24/04)
Berangkat dari inisiatif komunitas pegawai perempuan PT PLN (Persero), yang dikenal sebagai Srikandi PLN., Srikandi Movement berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan, untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Kita melihat para Srikandi ini sebagai pahlawan multi-peran. Di kantor mereka adalah penggerak energi, di rumah mereka adalah cahaya keluarga. PLN ingin memastikan bahwa saat mereka berjuang untuk perusahaan, mereka tetap merasa didukung dan memiliki ruang setara untuk bermimpi,” ungkap Taufiq Dwi Nurcahyo, Pembina Srikandi PLN UIW NTT.
Sementara Champion Srikandi PLN UIW NTT, Margaretha Yupukoni, mengajak rekan sejawatnya untuk membuang rasa ragu.
Margaretha Yupukoni, menekankan, sentuhan feminin di tengah industri maskulin adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan.
“Kita layak berada di sini. PLN memberikan kita ruang untuk tetap menjadi perempuan seutuhnya—yang kuat secara mental dan emosional. Kita tidak perlu menjadi orang lain untuk sukses di industri ini,”ujarnya penuh semangat..
Suasana diskusi menjadi semakin hangat dan mendalam, saat psikolog Theodora Takalapeta menjelaskan konsep work-life balance (keseimbangan) terkadang justru menjadi jebakan yang melelahkan. Karena itu,  Ia menawarkan konsep work-life integration.
“Seringkali kita merasa gagal karena tidak bisa membagi waktu 50:50. Padahal, hidup tidak bekerja seperti itu. Integration adalah tentang bagaimana mengalirkan peran satu ke peran lainnya dengan luwes. Kuncinya bukan pada pembagian jam, tapi pada resiliensi dan bagaimana kita mengelola energi agar tidak layu di salah satu sisi kehidupan,” papar Theodora.
Melalui kegiatan ini, PLN NTT berkomitmenmengelola energi kemanusiaan yang memberdayakan para perempuannya, untuk terus bersinar, bertumbuh, dan menginspirasi sesama, seperti energi listrik yang menerangi setiap ruang hidup manusia. @RedaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *