Pendidikan

Unwira Kupang Cetak Ratusan Wisudawan Baru, Gubernur Ajak Bangun NTT

10
×

Unwira Kupang Cetak Ratusan Wisudawan Baru, Gubernur Ajak Bangun NTT

Sebarkan artikel ini
Kabar Rakyat Terkini, Kupang_Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menyelenggarakan Rapat Senat Luar Biasa Dalam Rangka Pascasarjana Angkatan 45 dan Sarjana Angkatan 74, di Aula St. Maria Immaculata Kampus Unwira, Rabu (25/3) pagi. kali ini,  Unika melahirkan 489 lulusan baru, dari berbagai fakultas dan program studi. Gubernur menaruh harapan besar kepada para wisudawan, agar mengimplementasikan ilmunya di tengah masyarakat NTT.
Hadir daam Rapat senat Luar Biasa ini, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi usaha para wisudawan dan wisudawati yang sukses melewati perjalanan akademik hingga mencapai tahap akhir. Melki pun berterima kasih kepada keluarga  keluarga yang telah mendukung penddikan anak-anak mereka.
Gubernur pun mengapresiasi Rektor dan seluruh civitas akademika Unwira atas dedikasinya mendidik mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Unwira tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas dan profesional, tetapi juga berperan strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan daerah.
“Hal tersebut sejalan dengan Visi Universitas Katolik Widya Mandira yakni Menjadi Komunitas Pendidikan dan Komunitas Ilmiah yang unggul dan kreatif berdasarkan nilai-nilai kristiani, berwawasan global dan berakar pada budaya lokal,” ungkap Gubernur.
Gubernur menasehati untuk bersiap memasuki  kampus kehidupan di tengah masyarakat. Ia pun  mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan diri, adaptif terhadap perubahan global, serta aktif membangun jejaring.
Menghadapi dinamika dunia yang terus berubah, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk berpikir inovatif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Karenanya, para lulusan diharapkan mampu mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial.
“Kami berharap lulusan Unwira tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mengoptimalkan potensi daerah,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong pembangunan berbasis riset atau kajian ilmiah dan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat peran lulusan sebagai ujung tombak pembangunan di berbagai sektor.
Menurutnya, Unwira Kupang memiliki keunggulan tersendiri melalui jejaring nasional dan internasional yang kuat, terutama sebagai bagian dari Serikat Sabda Allah (SVD) yang tersebar di berbagai negara. Hal ini menjadi modal penting bagi para lulusan untuk merajut relasi di tingkat global.
Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A, menyampaikan dari total 489 lulusan, lebih dari 50 persen berhasil menyelesaikan program sarjana dalam kurun waktu 7 semester, dan pascasarjana dalam 3 semester. Serta 229 lulusan di antaranya meraih predikat cum laude.
“Ini merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan kualitas proses pendidikan di Unwira yang semakin baik dan kompetitif,” ungkapnya.
Unika Luncurkan Prgram Magister  Ilmu  Hukum
Rektor juga menyoroti berbagai pencapaian institusi, termasuk diraihnya akreditasi ’unggul’ oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, yang menjadi prodi pertama di Unwira dengan status tersebut.
Selain itu, Unwira juga kini membuka Program Studi Magister (S2) Hukum sebagai bagian dari pengembangan akademik.
Menurut Rektor, capaian tersebut merupakan bukti komitmen Unwira dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam pesannya kepada para lulusan, Rektor menegaskan bahwa wisuda adalah awal dari perjalanan baru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Ia memperkenalkan prinsip hidup “3T” sebagai pedoman bagi lulusan dalam menghadapi kehidupan ke depan, yakni tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat.
’Tahu diri’ berarti mengenali potensi dan keterbatasan diri untuk terus belajar dan tidak berpuas diri atas gelar saat ini. ‘Tahu Waktu’ berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Jadilah generasi yang adaptif, produktif dan inovatif. Serta ‘tahu tempat’ berarti mampu menempatkan diri secara bijak dalam setiap situasi serta menjadi solusi dari tantangan,” jelasnya.
Pater Stefanus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, etika, dan semangat pengabdian. Ia mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang membawa solusi, bukan masalah, serta mampu menghargai perbedaan dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Rektor Unwira menekankan pentingnya semangat kewirausahaan.
”Lulusan Unwira diharapkan menjadi job creator, bukan sekadar job seeker, dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan peluang baru,” katanya. @RedaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *