DesaInternasionalKabar BeritaOlahraga

Promosi Panggilan Imamat, Seminari Di Lembata Gelar Turnamen Bola Voli Antar Pelajar

15
×

Promosi Panggilan Imamat, Seminari Di Lembata Gelar Turnamen Bola Voli Antar Pelajar

Sebarkan artikel ini
Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Lembaga pendidikan calon imam Katolik Seminari Tinggi Misionaris Santu Fransiskus de Sales (MSFS). kembali mengelar turnamen Bola Voli MSFS Cup II 202. Turnamen dibuka oleh Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq,  di Desa Pada Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, tak jauh dari pusat Seminari MSFS. Ajang olahraga antar pelajar SMA/SMK ini digelar bagi Pelajas se-kabupaten Lembata.
Ketua Panitia, Michael Bala Matarau, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari MSFS Cup I yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 lalu. Turnamen yang menjadi agenda tahunan seminari ini adalah sarana bagi pembinaan generasi muda sekaligus promosi panggilan hidup menjadi imam.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk salurkan hobi pecinta bola voli. Ini juga menempa fisik dan mental generasi muda. Dan satu yang penting, ini bagian dari promosi panggilan hidup menjadi imam Katolik, ” ujar Mikael Bala Matarau, Ketua Panitia MSFS Cup II dalam sambutannya.
Seminari Tinggi asuhan Konggregasi Misionaries of Saint Franscis de Sales (MSFS), sudah berdiri sejak  beberapa tahun lalu di Kabupaten Lembata.
Konggregasi MSFS juga mengasuh kehidupan iman umat Katolik di paroki St. Fransiskus de Sales, yang meliputi Desa Pada dan Desa Waijarang Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.
Rektor Seminari MSFS Pada, FR. Anil Kumar, MSFS, mengapresiasi  pemkab  Lembata, atas dukungan terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan Gereja.
“Kehadiran pemerintah bersama Gereja menjadi tanda bahwa pembinaan generasi muda adalah tanggung jawab bersama,” tukas imam asal India  ini ramah.
Ia menjelaskan Seminari MSFS berada di bawah naungan kongregasi Missionaries of St. Francis de Sales yang telah berkarya selama lebih dari satu abad di berbagai negara.
Untuk Lembata, lanjutnya, saat ini, angkatan pertama Seminarist dari Lembata sedang menjalani pembinaan di Filipina dan akan menerima jubah sebagai tahap lanjutan pembinaan pada Juni mendatang.
Selain itu, enam seminari lainnya direncanakan berangkat ke Filipina pada Mei 2026.  Seluruh proses pembinaan diberikan secara gratis agar panggilan hidup tidak terhalang oleh keterbatasan ekonomi.
FR. Anil Kumar pun menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter melalui nilai kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
“Jadilah dirimu sendiri dan hiduplah dengan baik, agar engkau memuliakan Sang Pencipta yang membentukmu. Adik-adik sekalian mungkin di antara kalian ada yang Tuhan panggil menjadi imam, menjadi biarawan, atau menjadi pemimpin masa depan bangsa dan Gereja. Jangan takut bermimpi besar, Jangan takut mendengar Tuhan dalam hatimu, “ ajak Pastor Anil Kumar menutup sambutannya.
Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq mengajak anak muda Lembata untuk aktif terlibat dalam turnamen untuk mengembangkan bakat olahraga.
“Turnamen ini bukan hanya ajang promosi panggilan, tetapi juga kesempatan untuk membentuk kreativitas serta mengembangkan minat dan bakat generasi muda. Bertandinglah secara sportif dan junjung tinggi semangat fair play. Bupati berharap seluruh panitia, wasit, aparat keamanan, dan penonton dapat menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung sehingga kegiatan berjalan aman dan lancar”, ajak Kanis Tuaq. (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *