DesaKabar BeritaPendidikan

Menjaga Terang dengan Aman: Cara PLN Labuan Bajo Memaknai Bulan K3 Lewat Simulasi Gempa

8
×

Menjaga Terang dengan Aman: Cara PLN Labuan Bajo Memaknai Bulan K3 Lewat Simulasi Gempa

Sebarkan artikel ini

kabar Rakyat Terkini, Labuan Bajo_Di tengah pesona alamnya, Pulau Flores menyimpan tantangan geologis berupa aktivitas tektonik yang tinggi. Menyadari risiko tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat mengambil langkah konkret untuk melindungi aset berharganya—yakni para pegawai—melalui Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi yang digelar di Kantor PLN ULP Labuan Bajo.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 ini, menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat. Kolaborasi ini bertujuan memastikan setiap personel tidak hanya mahir menjaga keandalan listrik, tetapi juga tangguh dan tenang saat menghadapi bencana.

Guna menghindari kepanikan saat bencana sesungguhnya terjadi, simulasi dirancang sedekat mungkin dengan realita. Seluruh personel dilatih menjalankan prosedur evakuasi, memberikan pertolongan pertama, hingga melakukan koordinasi cepat dengan pihak eksternal.


“Secara geologis, kita berada di kawasan aktif tektonik. Simulasi ini adalah wadah bagi insan PLN untuk merespons secara cepat dan tepat. Kami ingin setiap tindakan di lapangan menjadi refleks yang terukur guna meminimalkan risiko,” ujar Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Manggarai Barat, Robertus Gardi, menekankan bahwa pemahaman teori saja tidak cukup. Menurutnya, latihan fisik secara berkala adalah kunci untuk meredam kepanikan.

“Situasi darurat sering kali memicu kekacauan jika tidak diimbangi latihan. Kami mengapresiasi konsistensi PLN yang terus melibatkan kami. Dengan praktik langsung, karyawan tahu persis ke mana harus melangkah dan apa yang harus diselamatkan terlebih dahulu,” ungkap Robertus.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keselamatan manusia adalah prioritas tertinggi di atas segalanya.


“Melalui kegiatan ini, kami menguji sejauh mana kesiapan personel. Harapannya, budaya K3 bukan sekadar slogan tahunan, melainkan menjadi identitas kerja yang melekat demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan pada hari kamis (05/02/26) ini menutup rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Labuan Bajo dengan semangat penguatan mitigasi risiko, memastikan bahwa di balik listrik yang menyala, ada sistem keselamatan yang kokoh terjaga.@RedaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *