BudayaDesaHukumHumanioraKabar BeritaKesehatanPendidikan

Ungkapan Belasungkawa Polda NTT, Atas Tragedi Saling Bacok Warga Desa Helokloang

52
×

Ungkapan Belasungkawa Polda NTT, Atas Tragedi Saling Bacok Warga Desa Helokloang

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini,Sikka_ Masih dalam suasana duka mendalam, Polda Nusa Tenggara Timur menyampaikan solidaritas tulus kepada keluarga dan masyarakat Dusun Dalo Detut, Desa Hewokloang, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, atas kematian Kasianus, yang dibantai Julius, saudaranya.

Kisah tragis itu terjadi pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 18.00 Wita.

Kakak beradik, Kasianus (54) dan Julius (45), terlibat cekcok yang memicu aksi saling tebas. Akibatnya  sang kakak, Kasianus, tewas.

Tragedi ini diduga kuat terjadi karena keduanya dalam pengaruh minuman keras tradisional  (miras) jenis moke.

Hal ini menjadi pengingat berharga bagi kita semua, untuk bersama-sama membangun lingkungan keluarga yang aman dan penuh kasih sayang.

Menurut kronologi singkat pada  Laporan Polisi Nomor LP/B/18/XI/2025/SPKT/Polsek Kewapante/Polres Sikka/Polda NTT tanggal 25 November 2025,  kejadian bermula dari ketegangan yang telah lama menumpuk di antara kedua bersaudara.

Saat Julius baru pulang kerja dan berada di area dapur rumah, Kasianus tiba-tiba mendekat dan melakukan serangan menggunakan parang sebanyak dua kali.

Julius yang berhasil menghindar, merespons secara defensif dengan parang yang kebetulan dipegangnya, mengakibatkan luka serius pada kepala dan punggung Kasianus.

Kasianus pun roboh tak sadarkan diri dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Melihat peristiwa ini, Maria Makrinya segera melapor ke Polsek Kewapante. Tindakannya menunjukkan responsivitas warga setempat dalam menjaga keamanan.

Pemeriksaan awal saksi dan terlapor menguak fakta bahwa motif utama berakar pada kebiasaan konsumsi miras berlebih yang sering memicu emosi tidak terkendali.

Konflik serupa telah berulang, dimana Kasianus kerap menunjukkan perilaku kasar saat mabuk, termasuk kata-kata menyakiti terhadap orang tua dan Julius.

Barang bukti yang diamankan meliputi dua parang, pakaian korban, serta pakaian terlapor, yang kini menjadi bagian dari proses investigasi yang teliti.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam.

“Kami berduka atas kehilangan nyawa saudara Kasianus. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bahwa konsumsi miras tradisional seperti moke secara berlebihan dapat merusak ikatan keluarga dan memicu tragedi yang seharusnya bisa dicegah, ujarnya sedih.

Polda NTT berkomitmen penuh untuk memproses kasus ini dengan standar profesionalisme tertinggi, transparan, adil, dan berkeadilan, agar kepercayaan masyarakat terus terjaga.

Sebagai institusi pelindung masyarakat, Polri tidak hanya menangani kasus secara hukum, tetapi juga proaktif dalam pencegahan. Terlapor telah diamankan dengan aman, dan tim penyidik Polres Sikka bekerja sama dengan pakar forensik untuk mengungkap fakta secara komprehensif.

“Tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan atau main hakim sendiri; setiap upaya akan direspons dengan tegas namun manusiawi, demi menjaga stabilitas sosial di wilayah kita,”  ujarnya tegas.

Polda NTT mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh adat, tokoh agama, hingga pemerintah desa, untuk bersatu membangun budaya sehat dan harmonis.

“Konsumsi miras tradisional boleh menjadi bagian dari tradisi, asal dilakukan dengan bijak dan terkendali. Mari kita tingkatkan kesadaran melalui dialog keluarga, program edukasi anti kekerasan, dan dukungan konseling bagi mereka yang rentan” ajak Kapolda NTT.

Banyak kisah sukses di NTT, ketika komunitas berhasil mengubah potensi konflik menjadi kekuatan persatuan, seperti inisiatif desa-desa di Flores yang mempromosikan olahraga dan kegiatan keagamaan sebagai alternatif positif.

Semangat gotong royong, membuat kita bisa mewujudkan NTT yang damai.  Setiap keluarga merasa dilindungi dan dihargai.

Kepolisian hadir untuk melayani, bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga mendampingi masyarakat menuju masa depan yang lebih cerah.

Kami mengapresiasi dukungan warga Sikka yang telah kooperatif sejak awal, dan berharap peristiwa ini menjadi titik balik menuju masyarakat yang lebih resilien.

Jika Anda atau keluarga mengalami tekanan emosional atau konflik, jangan ragu hubungi Polsek terdekat atau layanan konseling Polri di nomor darurat 110.

“Kami siap mendengar dan bertindak,” tegas Kabid Humas Polda NTT.

@RedaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *