DesaKabar BeritaNasionalPendidikan

Siswa SD di Ngada Akhiri Hidupnya, Gubernur NTT Kritik Sistem Perlindungan Sosial

9
×

Siswa SD di Ngada Akhiri Hidupnya, Gubernur NTT Kritik Sistem Perlindungan Sosial

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Jerebuu_Kematian Siswa kelas IV, berusia 10 tahun asal desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menorehkan luka di bathin Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Melky menyampaikan duka cita yang sangat mendalam, karena  tersebut meninggal dunia akibat mengakhiri hidupnya sendiri. Diduga  karena kecewa  tidak ada uang untuk membeli buku dan alat tulis sekolah.

Gubernur, mengakui ada kegagalan kolektif dari berbagai sistem, baik pemerintahan, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan, dalam mendeteksi lebih dini, lalu memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Melky menilai kejadian ini merupakan tamparan keras bagi nurani dan kemanusiaan bersama.

Melki menilai terdapat celah serius dalam sistem perlindungan sosial, yang harus segera dibenahi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Sebagai Gubernur Provinsi NTT, saya berduka cita mendalam dengan kejadian yang terjadi di Jerebu’U Kabupaten Ngada. Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kita berdoa agar anak kita yang tercinta ini diterima di sisi Tuhan, dan peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga agar kejadian serupa tidak pernah terulang di seluruh pelosok NTT,” ungkap Melki.

Sejak menerima informasi kejadian tersebut, Gubernur NTT telah berkoordinasi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada, serta jajaran pemerintah dan unsur non-pemerintah di daerah. Pemerintah memastikan proses pemakaman dilakukan dengan layak, serta mendorong penyelesaian seluruh persoalan sosial dan adat yang menyertai peristiwa ini.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada juga akan memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan pemulihan trauma serta bantuan yang dibutuhkan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan membantu pembangunan rumah layak huni bagi keluarga korban.

Gubernur pun menegaskan pentingnya perbaikan dan penguatan sistem pengaman sosial (social safety net) agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini.

Salah satu perhatian utama adalah pendataan dan administrasi kependudukan, yang menjadi syarat penting agar masyarakat miskin dapat mengakses bantuan sosial.

“Jangan sampai hanya karena persoalan administrasi kependudukan, warga miskin kehilangan hak atas bantuan. Ini soal kemanusiaan. Data adalah pintu masuk semua layanan,” ujarnya.

Untuk itu, Melki menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga desa termasuk Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW serta mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama aktif mendata dan memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat, terutama mereka yang berpindah domisili dan belum tertib administrasi.

Pemerintah Provinsi NTT juga tengah menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

“Ini harus menjadi kejadian terakhir. Tidak boleh ada lagi anak-anak atau keluarga miskin di NTT yang kehilangan masa depan karena keterlambatan sistem kita,” tegas Gubernur.@RedaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *