DesaRohani

Rayakan Idul Fitri 1447 H, Khotib Ajak Umat Muslim Jaga Silaturahmi dengan Sesama dan Lingkungan

41
×

Rayakan Idul Fitri 1447 H, Khotib Ajak Umat Muslim Jaga Silaturahmi dengan Sesama dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
 Kabar Rakyat Terkini, Lembata_ Umat Muslim di Kampung Labala yang meliputi Desa Leworaja dan Desa Atakera Kecamatan Wulandoni merayakan Sholat Id memperingati Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah do Masjid Al-Muqrahbin Desa Leworaja, Sabtu pagi (21/03)
Masjid Al-Muqrahbin yang baru dua tahun direnovasi ini dipenuhi umat baik di dalam maupun di luar ruangan utama masjid.
Perayaan Sholat dipimpin Imam Masjid Al-Muqhrahbin Labala, Assarudin Isa, dengan Khotib Rahmat Ado dan Abdullah Imam sebagai Bilal.
Khotib Rahmat Ado, dalam khotbanya mengajak umat muslim untuk mempertahankan segala praktik baik hidup beragama dan silaturahmi yang terbangun selama sebulan Ramadhan utnuk dipraktikan dalam hidup sehari-hari.
Selain itu, terkait kondisi alam yang kian berubah, umat diajak untuk senantiasa membangun silaturahmi dengan alam lingkungan.
” Mari kita memaknai Hari Kemenangan setelah sebulan menjalani Ramadhan ini dengan memperkuat silaturahmi. Tidak hanya silaturahmi dengan sesama dan pemerintah tetapi juga dengan alam sekitar, ” terang Rahmat Ado.
Kutipan kotbah ini disampaikan salah satu tokoh pemuda Desa Leworaja, Muhidin Ado Lewar alias Tejo Lewar kepada awak media.
uTejo menyebutkan, arahan terkait silaturahmi dengan alam yang disampaikan dalam Kotbah Sholat Id Hari Raya Idul Fitri 2026 Masehi ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kampung Labala.
Kampung Labala yang terdiri dari Desa Leworaja dan Desa Atakera ini terletak di pesisir selatan Pulau Lembata. Wilayah ini berada pada daerah yang berisiko terhadap sejumlah ancaman bencana seperti longsor, banjir dan gelombang pasang.
Sisi selatan pemukiman penduduknya berbatasan dengan tebing batu dengan kemiringan ekstrim dan beberapa kali terjadi longsor batu yang merusak sumber penghidupan masyarakat.
Pesisir pantainya di selatan yang berstruktur bebatuan sering dilanda gelombang pasang laut selatan yang ekstrim dan beberapa kali memicu kerusakan perahu nelayan.
Meski berada di wilayah ekstrim, masyarakat Desa Leworaja telah mengupayakan sejumlah aksi pengurangan risiko.
Dalam rentang waktu 2012-2015, bersama Palang Merah Indonesia, mereka telah menanam sejumlah tanaman bambu untuk mencegah terpapar lomgsoran batu di lereng tebing. Mereka juga sudah punya kapasitas evakuasi mandiri keluarga dan peralatan tangkap nelayan ke tempat aman jika kondisi gelombang buruk pada bulan-bulan cuaca ekstrim.
Tejo Lewar yang juga salah satu anggota Tim SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) menambahkan kondisi cuaca ekstrim juga jadi alasan, Sholat Id kali ini tidak bisa dilakukan terpusat untuk semua umat muslim di Kecamatan Wulandoni.
“Biasanya tiap tahun, semua umat muslim di Kecamatan Wulandoni itu laksanakan Sholat Id terpusat. Tapi karena cuaca ektrim jadi semua sholat di masjid masing-masing. Kahatawa sendiri, Pantai Harapan juga sendiri. Hanya Leworaja dan Atakera yang berdekatan, sholatnya sama-sama di Masjid Al-Muqhrahbin Labala, ” jelas Tejo.
Bagi Kampung Labala, penguatan silaturahmi antar sesama dan lingkungan memang patut dilestarikan. Kampung ini punya sumber mata air yang berfungsi sosial lintas desa. Mata air ini mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat Desa Leworaja, Desa Atakera hingga Pantai Harapan dan Desa Alap Atadei.
Selain itu, Labala juga jadi pusat interaksi sosial ekonomi masyarakat setiap pekan. Pada Hari Rabu setiap pekan, bangunan Pasar Labala di tepi pantai Desa Leworaja, selalu ramai didatangi masyarakat pesisir-nelayan dan masyarakat pedalaman-petani. Di Pasar Labala pada tiap Hari Rabu, ada pasar barter selain di Desa Wulandoni yang dilakukan pada setiap Haro Sabtu. (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *