Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Pekan ketiga Minggu Pra Paskah, ratusan umat di Lingkungan Santu Kornelius , wilayah Komak Kelurahan Lewoleba Selatan, Kabupaten Lembata, menggelar jalan salib lingkungan. Umat Paroki Kristus Raja Wangatoa ini berdoa dan merenungkan kisah sengsara Yesus di lorong kampung dan kebun-kebun.

Lazimnya, tiap hari Jumat dalam masa Pra Paskah, umat menjalankan ibadah jalan salib di dalam gereja.
Permenungan ini merefleksikan 14 perhentian jalan sengsara yang dialami Yesus Kristus, sejak dijatuhi hukuman mati hingga dipaku pada salib di bukit Golgota, Yerusalem.
Pada Jumad (20/03/26) ketiga masa Pra Paskah ini, umat Lingkungan Santu Kornelius-Komak Wangatoa, memilih merenungkan lisah sengsara Yesus Sang Juru Selamat, dengan menyusuri jalan dan lorong di antara kebun jagung sambil berdoa dan bernyanyi.

Setiap perhentian permenungan jalan derita Tuhan Yesus, disiapkan oleh umat dalam setiap Kelompok Basis Gerejani (KBG) dalam lingkungan tersebut.
Rintik hujan yang mengguyur, tak menyurutkan niat ibadah umat untuk menyelesaikan ibadahnya.
Ibadah jalan salib mengelilingi wilayah lingkungan ini merupakan program tetap Lingkungan St. Kornelius, sebagai penguat semangat solidaritas antar umat.
” Jalan salib kelliling ke semua KBG ini adalah program tetap Lingkungan Santu Kornelius. Kita mengharapkan dengan model jalan salib seperti ini, umat bisa terlibat lebih intens dalam doa, nyanyian dan permenungan tentang kisah sengsara Yesus Kristus untuk menebus dosa dunia.” terang Hironimus Hali, Ketua Lingkungan Santu Kornelius.

Lebih lanjut, Hironimus menjelaskan, dengan jalan salib keliling, umat juga bisa saling berinteraksi meningkatkan solidaritas, sebuah nilai sosial hidup yang kian tergerus perubahan zaman.
“Kita juga ingin, dengan berkeliling sampai ke rumah umat, semangat solidaritas umat makin kuat. Dijaman sekarang, kita harus perkuat semangat ini agar bisa saling mendukung, ” ungkap Hironimus.
Membangun Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan.
Upaya membangun solidaritas umat juga tercermin dalam tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Larantuka tahun 2026.

Sebagai bagian dari Keuskupan Larantuka, umat Katolik Lembata menghidupkan tema “Membangun Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan,” yang dicsnangkan Uskup Larantuka.
Selain jalan salib, pemaknaan tema APP juga dilakukan melalui Katekese Orang Dewasa (Katorde) selama 4 pekan masa Prapaskah.
Saat Katorde, umat di setiap lingkungan dan KBG berkumpul untuk merenungkan ayat Kitab Suci dan merefleksikannya melalui pengalaman hidup sehari-hari.

Lingkungan yang berbatasan langsung dengan area hutan dan lahan pertanian ini, siap menyongsong Paskah Kebangkitan Yesus Ktistus dalam semangat baru solidaritas, yang disempurnakan. (EA)











