Kabar Rakyat Terkini, Lembata_ Pemerintah Kabupaten Lembata dan PT ASDP akhirnya bertemu dan membangun kesepakatan terkait kerusakan sebagian badan dermaga pelabuhan Penyeberangan Feri Waijarang, Kabupaten Lembata, yang rusak sejak November 2025. Pertemuan ini sekaligus memulai inisiasi bersama kedua pihak, menjawab keluhan publik yang mengalami kerugian akibat rusaknya dermaga. Pertemuan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata,
Pertemuan ini, salah satunya, membahas kelihan pengguna jasa transportasi yang memgalami banyak kerugian akibat kerusakan dermaga, terutama para pengelolah ekspedisi barang antar pulau.
Sebelumnya, sejak terjadi kerusakan dermaga pelabuhan Feri Waijarang, pemerintah dan ASDP mengambil solusi jangka pendek dengan pengalihan titik labuh kapal ke dermaga umum di Pelabuhan Lewoleba.
Namun opsi ini memberatkan ekspedisi yang harus menambah banyak pengeluaran, untuk biaya buruh angkut barang ekspedisi, lantaran dermaga umum tidak memungkinkan untuk turun-naik kendaraan ekspedisi. Biaya buruh diperkirakan mencapai Rp 2 juta untuk tiap kendaraan yang barangnya dibongkar buruh.
Manager Department Head Operasional Teknis ASDP, La Ode Fuat Harman, memaparkan sejumlah hasil koordinasi serta rencana operasional yang akan dilakukan guna meningkatkan pelayanan di Lembata.
Ia menjelaskan bahwa pihak ASDP berencana meningkatkan frekuensi pelayaran rute Kupang–Lewoleba menjadi dua kali dalam seminggu, menindaklanjuti permintaan Bupati Lembata.
Pihaknya juga akan mengptimalisasi rute pelayaran Kupang–Lewoleba–Adonara (PP) untuk jadwal reguler, serta penambahan rute Kupang–Lewoleba–Adonara–Larantuka guna memastikan akses ke Lewoleba dapat terlayani dua kali dalam seminggu.
Terkait bongkar muat ekspedisi di dermaga umum Pelabuhan Lewoleba sambil menunggu perbaikan Pelabuhan Feri Waijarang, ASDP juga akan segera melakukan uji coba sandar di dermaga umum. Jika uji coba ini berhasil, kendaraan dapat langsung keluar dari kapal tanpa memerlukan tenaga buruh tambahan, sehingga biaya tambahan bagi pengguna jasa dapat dihilangkan.
Perbaikan Pelabuhan Waijarang, akan dilaksankan dan menjadi tanggung jawab ASDP dengan anggaran lebih dari Rp5 miliar. Proses pelelangan direncanakan berlangsung pada bulan Juni dan diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, dengan target penyelesaian pada Agustus 2026.
Pihak ASDP menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengguna jasa sebagai prioritas utama dalam pelayanan, serta terus melakukan koordinasi dan pembenahan secara berkelanjutan. Saat ini, proses administrasi dan komunikasi lintas pihak terus dilakukan, sembari memantau kondisi cuaca agar operasional pelayaran dapat berjalan normal kembali.

Menanggapi sikap ASDP, Wakil Bupati Lembata berharap langkah uji coba sandar di dermaga umum dan perbaikan pelabuhan feri bisa segera dilaksanakan agar rantai ekonomi antar pulau bisa kembali normal.
“Kita apresiasi ASDP sudah mau bersama untuk urai masalah ini. Supaya rantai ekonomi masyarakat antar pulau bisa berjalan normal lagi. ASDP sudah bersedia memulai kerja perbaikan dannl semua biaya mereka siapkan.” terang Muhamad Nasir.
Usai pertemuan pada Kamis, 26 Maret 2026 lalu, Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir bersama tim ASDP dan Kepala Dinas Perhubungan Lembata melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kesiapan dan kelayakan kapal untuk bersandar. (EA)











