DesaKabar BeritaKesehatan

Lewoleba Ramai Kasus DBD, Dinkes Lembata Giatkan Pencegahan

81
×

Lewoleba Ramai Kasus DBD, Dinkes Lembata Giatkan Pencegahan

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Lembata. Belum sebulan diguyur hujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lembata  mulai bermunculan. Selama November 2025, Dinas Kesehatan menemukan 6 kasus DBD  di kelurahan Lewoleba Barat, Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata.  Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata mendata, sejak Juli hingga pertengahan November 2025, mencatat 15 kasus DBD, yang  tersebar di 9 Rukun Tetangga (RT).

Mencegah penyebaran  pembawa virus DBD  terutama pada awal musim hujan ini, petugas Dinkes  dan Puskesmas Lewoleba,  terjun langsung ke masyarakat, guna melakukan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Selasa (18/11/2025) kemarin.

“Langkah pengendalian hari ini dilakukan serentak, mulai dari abate, kelambu, kerja bakti hingga fogging,” ungkap Charles Wutun, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lembata.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus DBD di tahun 2025 ini., terutama sejak memasuki musim hujan. Pada Juli tercatat 3 kasus, Agustus tidak ada penambahan, September 1 kasus, namun meningkat menjadi 5 kasus di Oktober serta 6 kasus pada November.

“Tren kasus meningkat secara Nasional, dan kita bersiap karena di akhir musim hujan biasanya kasus akan naik lagi,” tambah Charles.

Meski demikian, kondisi Lewoleba Barat belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan Permenkes No. 15 Tahun 2010, KLB ditetapkan jika kasus penyakit baru muncul, terjadi peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya, atau menimbulkan kematian.

“Kita belum sampai KLB, tapi kita fokus menekan angka kasus. Harapannya tidak sampai status itu,” ujarnya.

Upaya pengendalian masih akan dilanjudkan pada Rabu (19/11/25) sore, dengan melakukan fogging di empat RT,  dengan kasusDBD tertinggi, yakni RT 6, 25, 32, dan 39.

Charles kembali mengingatkan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“PSN harus jalan. Itu lebih efektif daripada fogging. Musnahkan tempat perkembangbiakan nyamuk,” tegasnya.

Pemantauan kasus dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang mampu memberi sinyal dini jika terjadi peningkatan kasus.

Terkait vaksin DBD, Charles menyebut vaksin telah tersedia dan menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan

Selain vaksin DBD, vaksin diare dan vaksin kanker serviks juga sudah tersedia meski sempat diwarnai penolakan sebagian kecil orang tua

Dinas Kesehatan kembali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan PSN agar penyebaran DBD dapat ditekan sebelum memasuki puncak musim hujan.

Untuk keseluruhan wilayah Kabupaten Lembata, rekapan Juli – Awal November 2025, sudah terdeteksi 47 kasus.

@RedaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *