Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Rumah Sakit Bukit Lewoleba Kabupaten Lembata menggelar bakti sosial operasi katarak. Baksos Operasi Katarak kali ini diikuti 220 warga. Mayoritasnya berasal dari berbagai daerah terpencil di Lembata, serta warga Adonara dan Kabupaten Flores Timur.

Operasi Katarak gratis ini digelar berkat kerjasama Yayasan Papa Miskin yang mengelolah RS Bukit, bersama Yayasan Putra Peduli dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Katolik Atmajaya Jakarta.
Direktur RS Bukit, dr. Vincensia Caroline kepada Kabar Rakyyat Terkini menyebutkan, pelaksanaan operasi katarak didukung 11 tim medis, termasuk 4 dokter spesialis mata dari FKIK Atma Jaya.
Kegiatan operasi berlangsungsejak tanggal 4-7 Maret 2026 di RS Bukit Lewoleba.
Sebelumnya, menurut Vincensia, pelaksana kegiatan sudah melakukan screening awal calon pasien sejak Februari 2026, termasuk mendatangi sejumlah desa di Lembata, yang berpotensi kantong penderita katarak.
“Sebelum operasi hari ini dan beberapa har ke depan, kita sudah lakukan screening. Selain Lewoleba, kita juga bagi tim untuk jemput bola. Kita datangi desa-desa yang banyak potensi penderita katarak. Ada yang ke Kedang, ke Atadei termasuk ke Lamalera. Kita jemput bola itu khusus di desa yang potensinya cukup banyak, biar pasiennya tidak dua kali pergi pulang,” papar dr. Vincensia.
Baksos sudah berlangsung sejak Rabu, (04/03), dan sudah mengoperasi 180 pasien katarak dan 40 pasien pterygium, yaitu pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga dari konjungtiva (bagian putih) ke kornea (bagian hitam) mata.
Menurut dr. Vincensia, mayoritas pasien datang dengan keluhan utama berupa pandangan yang sangat kabur, seakan tertutup kabut tebal yang telah dirasakan selama bertahun-tahun.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, pasien dapat kembali melihat dengan lebih jelas dan kualitas hidup mereka meningkat,” ujarnya.
Baksos katarak ini merupakan komitmen RS Bukit Lewoleba dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lembata.
Rumah sakit yang berdiri sejak 1967 itu terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dan aktif menyelenggarakan kegiatan sosial di bidang kesehatan.
“Harapan saya sebagai Direktur, RS Bukit dapat terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lembata,” tutup dr. Vincensia ramah. (EA)











