Kabar Rakyat Terkini, Kota Kupang_Membantu team SAR Gabungan dalam pencarian 3 WNA Spanyol, Korban kecelakaan KM Putri Sakinah, Polda NTT menerjunkan penyelam prifesional, dari personil kesatuan Ditpolairud Polda NTT. Team ini berangkat bersama Kapolda Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama sejumlah pejabat utama Polda NTT, ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (29/12/25) pagi. Irjen Rudy juga berencana memimpin secara langsung pelaksanaan Operasi SAR pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di sekitar pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
“Bapak Kapolda NTT turun langsung ke lapangan memantau operasi SAR internasional, bertemu korban selamat, memberikan arahan kepada tim, sekaligus meninjau kesiapan pengamanan wisata premium Labuan Bajo. sebagai bukti Polri yang peduli, responsif, dan siap melindungi wisatawan dunia”, papar Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry.
Sebelum keberangkatan, Kapolda NTT dan rombongan terlebih dahulu melakukan pengecekan kesiapan lima personel Direktorat Polairud Polda NTT di Bandara El Tari Kupang. Kelima personel tersebut merupakan operator peralatan SAR sekaligus penyelam profesional, yang memiliki kemampuan menyelam di kedalaman tinggi, dan akan bergabung dengan tim SAR gabungan di Labuan Bajo.
“Kehadiran personel Ditpolairud yang memiliki keahlian khusus ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan kapal maupun korban yang masih dalam pencarian,” lanjudnya lagi.
Dalam mendukung operasi SAR, Ditpolairud Polda NTT juga mengerahkan sejumlah alat material khusus (almatsus) berteknologi tinggi ke Labuan Bajo, antara lain:
– Sonar System, untuk mengidentifikasi kondisi dasar perairan dan mendeteksi objek yang menjadi target operasi;
– ROV atau drone bawah air, guna mengamati kondisi bawah laut di sekitar titik yang terdeteksi sonar;
– Tactical Diver Thruster, alat bantu penyelam untuk bermanuver di arus laut yang kuat;
– Seabob, digunakan untuk pengamatan dasar laut dari permukaan sambil snorkeling serta membantu mobilitas penyelam;
– Surface Marker Buoy (SMB), sebagai penanda lokasi oleh penyelam;
– Teropong, untuk membantu pengamatan visual di permukaan laut.
Kabidhumas Polda NTT menegaskan bahwa pengerahan personel dan peralatan canggih tersebut merupakan bentuk komitmen Polda NTT dalam mengedepankan keselamatan jiwa manusia sebagai prioritas utama.
“Polda NTT akan terus bersinergi dengan Basarnas, TNI AL, KSOP, Polair Mabes Polri, serta seluruh unsur terkait hingga seluruh korban ditemukan. Ini adalah tugas kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi,” tegasnya. @RedaksiKRT











