Kabar Rakyat Terkini, Baumata Kupang_Menggelar Musyawarah Kerjanya yang ke-28, Palang Merah Indonesia Nusa Tenggara Timur bersiap menghadapi tantangan kemanusiaan tahun 2026, melalui penguatan organisasi dan kapasitas pengurus. Selain itu, Ketua PMI NTT Alfriddus Bria Seran mengetuk hati Pemerintah Provinsi NTT dan para Kepala Daerah, untuk menyokong kerja kemanusiaan PMI dengan bantuan dana hibah dan dukungan sarana prasarana lainnya.
Dalam sambutan membuka Muskerwil ke -28 tahun 2025, Alfridus mengajukan permohonan kepada Pemprov NTT, untuk merevisi Pergub no 42 tahun 2024 tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban Serta Monitoring dan Evaluasi Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Dengan demikian dana hibah bisa dipakai juga untuk rutinitas dengan skema prosentase. Seperti 30:70 atau 40:60 untuk rutin dan program. PMI memiliki banyak program dari PMI pusat dan pendonor tapi tidak ada anggaran untuk belanja rutin.” papar Alfridus sambil mengajak Kadis Sosial NTT, yang mewakili pemprov NTT menghadiri pembukaan Mukerprov menyampaikan permohonan ini, langsung kepada Gubernur Melkiades Laka Lena.
Meski telah memiliki pengurus di seluruh wilayah NTT, PMI masih memiliki keterbatasan, terutama ruang gedung untuk markas dan gudang logistik PMI, maupun kendaraan Operasional.
“PMI di wilayah NTT ini belum ada unit usaha yang berorientasi pada profit, sehingga masih sangat besar ketergantungannya pada hibah pemerintah dan sumbangan Masyarakat. Untuk itu kami mengharapkan dukungan Hibah dari Pemerintah, Provinsi dan Kabupaten maupun kota,” ujar Alfridus Bria Seran.
Sementara kepada bapak Yosef Nai Soi, yang mewakili pengurus PMI Pusat, Alfridus mengajukan permintaan penambahan mobil tangki air.
“Rencananya kita akan melakukan pelayanan air bersih secara bergilir tiap kabupaten dengan pembagian di Flores 2 tangki, Sumba 2 tangki, Timor 2 tangki dan kepulauan Alor, Rote, Sabu dan Lembata 1 tangki, serta Provinsi 1 tangki. Dengan demikian, masih butuh 4 tangki lagi,” papar Alfridus kepada Yosep Nai Soi yang mengikuti pembukan secara online.

Alfridus pun melanjudkan, menanggapi besarnya antusiasme publik dengan kehadiran PMI, selain dukungan dana dan gedung, PMI Provinsi masih membutuhkan satu mobil double cabin untuk operasional, serta mobil ambulans untuk wilayah Flores dan Sumba.
Sejak Mukerprov terakhir 2022 silam, Musyawarah kerja provinsi ke – 28 yang dilaksanakan sejak Jumad (19/12/25) petang, di hotel Chrisyant and Resort, Baumata Barat, mengajak semua pihak berkolaborasi dalam jejaring pentahelix , guna membangun sinergitas bersama
Kerjasama sangat dibutuhkan, guna mendukung keberlanjutan pengembangan dan peningkatan kapasitas organisasi Kepalangmerahan di wilayah Provinsi NTT, dan mendorong keterlibatan anggota PMI, baik Pengurus, Staf dan Relawan dalam Pembangunan Provinsi NTT.
Mendukung visi “Ayo Bangun NTT! Demi mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan,” PMI telah melakukan berbagai kerja kemanusiaan, baik dalam bidang Penanggulangan Bencana, Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat, Pengembangan Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Relawan,
Alfridus melaporkan, sepanjang tahun 2025, PMI Provinsi NTT telah melakukan aktivitas layanan dan respon sejumlah penanggulangan bencana, yakni respon erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, Bencana banjir bandang Mauponggo.
Pada Erupsi Lewotobi Lai-Laki, kabupaten Flors Timur, PMI mendistriusikan air bersih sejak Maret hingga September 2025, dan dilanjutkan dengan pipanisasi untuk Huntara 2 dan 3.
Merespon bencana banjir bandang dan longsor Maupongggo, kabupaten Nagekeo, PMI juga mendistribusikan air bersihsejak September hingga November 2025.

PMI pun membentuk Pokja Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) tingkat Provinsi melalui program SIAP SIAGA dukungan IFRC dan PMI Pusat.
Termasuk pula peningkatan Kapasitas Desa dengan pendekatan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk 7 Desa, dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di 7 Sekolah, di Kabupaten Manggarai, melalui program ELECTRA dukungan American Red Cross (AmCross), Serta mendukung penguatan kapasitas staf, relawan dan siaga bencana berbasis masyarakat (SIBAT) PMI NTT dengan pelatihan Jurnalisme Warga dukungan Program ELECTRA.
PMI juga mempunyai layanan mbulance jenazah bagi masyarakat yang membutuhkan, dan siaga ambulance gawat darurat serta pertolongan pertama dalam ivent-ivent yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT,.
Kemudian PMI mendukung diseminasi dan sosialisasi Waspada Rabies di NTT, serta mendukung mobilisasi logistik ke PMI Kabupaten dan Kota, untuk mendukung layanan PMI di NTT.

“Saya mengajak kita semua yang hadir dalam Mukerprov ini untuk mengambil bagian dalam diskusi, berbagi cerita dan pengalaman serta mendesain model dan keterlibatan kita mendukung kerja Pemerintah dalam membangun ketangguhan komunitas menghadapi dampak perubahan iklim yang sangat signifikan dirasakan dengan mekanisme kerja yang kreatif, inovatif dan adaptif,” ajak Ketua PMI kepada seluruh peserta Mukerprov.
Mendukung penyelenggaraan organisasi yang PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transaparan dan ber-Integritas), PMI Provinsi NTT akan segera melantik ketua PMI Ende,
Ngada, Manggarai Timur dan Alor.
Musyawarah kerja ini dihadiri oleh 20 orang dari PMI Provinsi NTT, yakni Dewan Kehormatan, Pengurus, Kepala markas, Kepala UDD, staf dan relawan, serta 40 orang pengurus, kepala Markas, Kepala UDd dan Staf PMI Kabupaten kota, didukung oleh 6 fasilitator kegiatan.
@RedaksiKRT









