Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Pemerintah Kabupaten Lembata berkomitmen memperkuat kompetensi pelaku usaha lokal, agar bisa bersaing di tengah komplekisitas regulasi perizinan modern dan perkembangan teknologi. Komitmen ini ditunjukan dengan menggelar Bimbingan Teknis Online Single Submission Risk Based Approach (Bimtek OSS-RBA), Senin (24/11).
Bimtek yang berlangsung di Ballroom Olimpic, Lewoleba ini dibuka oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir. Bimtek ini berkaitan dengan Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Berbasis Risiko. Peserta bimtek berjumlah 120 orang yakni pelaku usaha mikro, kecil, menengah hingga calon pelaku usaha.
Berharap tak sekedar kewajiban administratif, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir tegaskan bimtek OSS-RBA harus jadi pintu masuk untuk pembenahan tata kelolah usaha yang lebih modern dan professional.
“Manfaatkan bimtek ini sebagai momentum perubahan menuju pelayanan perizinan yang lebih profesional, modern dan berorientasi pada hasil. Kita harus memastikan bahwa pelaku usaha Lembata tidak tertinggal dalam kompetisi usaha yang kini bergantung pada teknologi. Jangan lihat ini hanya sekedar kewajiban administratif,” tegas Nasir.
Nasir menambahkan, pemerintah daerah siap menjadi fasilitator yang mendorong terbangunnya ekosistem usaha berbasis risiko, sehingga setiap pelaku usaha dapat memahami prosedur perizinan sesuai kategori risiko usahanya mulai dari rendah, menengah, hingga tinggi.
Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari sisi teknis-praktis dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Praktisi OSS-RBA dan Konsultan Perizinan dan Kepatuhan Usaha.
Para narasumber ini memberikan pemahaman komprehensif tentang standar teknis, dokumen lingkungan, pemanfaatan ruang, hingga cara memenuhi kewajiban pelaporan pengawasan berbasis risiko yang kini menjadi unsur penilaian penting pemerintah pusat.
Selain fokus pada perizinan, Bimtek ini juga menekankan bagaimana pelaku usaha perlu terus meningkatkan literasi digital khususnya dalam pemasaran, manajemen data, dan penggunaan platform resmi pemerintah.
Dengan sistem OSS-RBA yang sepenuhnya berbasis digital, Pemda Lembata menilai kemampuan adaptasi pelaku usaha terhadap teknologi akan berpengaruh langsung pada keberhasilan mereka mengembangkan usaha.
Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga memperluas wawasan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Bimtek OSS-RBA ini menjadi bagian dari rangkaian program strategis Pemda Lembata untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, ramah teknologi, dan berdaya saing.
Pemda menegaskan akan terus menghadirkan pelatihan lanjutan, pendampingan perizinan, hingga fasilitas konsultasi intensif bagi pelaku usaha.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah berharap pelaku usaha Lembata semakin siap menghadapi era digitalisasi perizinan dan tuntutan regulasi modern, serta mampu berkembang lebih cepat dalam ekosistem usaha yang semakin kompetitif.
@RedaksiKRT











