DesaHumanioraKabar Berita

Diduga Terseret Banjir, SAR Temukan Jasad Immanuel Modok

85
×

Diduga Terseret Banjir, SAR Temukan Jasad Immanuel Modok

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Tarus Kupang_Tim SAR Gabungan menemukan jasad Immanuel Modok (60 tahun), yang diduga terseret arus Sungai Tarus, Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, pada Minggu (21/12/2025) pagi. Korban dilaporkan hilang saat sedang memancing di sungai, pada Sabtu (20/12/25).

Pencarian team Tescue Basarnas Kupang  beelangaung sejak Sabtu sore.

Team SAR mendapat laporan warga, jika korban pergi memancing di sungai Desa Mata Air pada Jumat, 19 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 wita.

Hingga Sabtu sore, korban tidak juga kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sepanjang aliran sungai namun tidak membuahkan hasil.

Keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Kupang pada Sabtu (20/12) pukul 18.00 wita.

Segera setelah menerima laporan, Tim Rescue Kansar Kupang diberangkatkan ke lokasi. Namun, penyisiran yang dilakukan hingga malam hari terpaksa dihentikan sementara pada pukul 20.00 wita, karena cuaca hujan ringan dan kondisi medan yang tidak mendukung.

Operasi SAR dilanjutkan kembali pada Minggu pagi pukul 07.00 wita, dengan melibatkan unsur gabungan dari KPP Kupang, Polsek Kupang Tengah, BPBD Kabupaten Kupang, serta masyarakat dan keluarga korban.

​Pada pukul 07.50 wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan posisi korban dalam kondisi meninggal dunia, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Jasad korban segera dievakuasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Mata Air untuk proses pemulasaran.

​Setelah ditemukannya korban, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Mexianus Bekabel, S.Sos.,M.M. secara resmi mengusulkan penutupan Operasi SAR.

​”Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari Polsek, BPBD, maupun masyarakat setempat yang telah bahu-membahu melakukan pencarian. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” ujar Kepala Kantor SAR Kupang dalam sesi debriefing.

Menanggapi kejadian ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang menghimbau seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap kenaikan debit air sungai yang dapat terjadi secara mendadak akibat hujan di wilayah hulu, serta sedapat mungkin menghindari aktivitas di area perairan seorang diri.

Basarnas juga menekankan pentingnya memantau perkembangan cuaca dari BMKG dan segera melaporkan keadaan darurat melalui Emergency Call 115 agar upaya penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi mencegah terjadinya korban jiwa di masa mendatang. @aredaksiKRT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *