DesaHumanioraInternasionalKabar BeritaKesehatanNasional

Buruan Daftar, April 2026 Ada Baksos Operasi Bibir Sumbing dan Katarak Gratis di Lembata

75
×

Buruan Daftar, April 2026 Ada Baksos Operasi Bibir Sumbing dan Katarak Gratis di Lembata

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Rumah Sakit Bukit Lewoleba, Kabupaten Lembata akan menggelar layanan operasi Bibir Sumbing dan Operasi Katarak gratis pada April mendatang.  Kegiatan ini akan menjadi Bakti Sosial kedua Rumah Sakit Bukit Lewoleba, setelah sebelumnya pada 4-7 Maret sukses melaksanakan Operasi Katarak bagi 200 pasien.

DIrektur Rumah Sakit Bukit, dr. Vincensia Caroline, menjadwalkan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit akan dilaksanakan pada 24-26 April 2026 di Rumah Sakit Bukit.

Bakti sosial kesehatan nanti, meruupakan kolaborasi Pemkab Lembata  dengan Sentra Efata Kupang dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Operasi Katarak April nanti menyasar khusus masyarakat di daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Dalam pertemuan membahas rencana kegiatan pada Jumad, 13 Maret 2026, Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir, menyatakan pemerintah mendukung penuh kegiatan operasi katarak yang dilaksanakan Kementerian Sosial RI dan Sentra Efata Kupang.

Penelaah Teknis Kebijakan Sentra Efata Kupang, Elias Aldrin Habel, menjelaskan bahwa katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan hingga kebutaan di Indonesia, terutama pada kelompok masyarakat miskin dan rentan.

“Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia. Masyarakat di wilayah 3T seringkali kesulitan mendapatkan layanan kesehatan mata, sehingga daerah-daerah ini perlu mendapat perhatian khusus,” jelasnya.

Ia menambahkan, Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia bersama Sentra Terpadu dan Sentra di seluruh Indonesia melaksanakan program operasi katarak melalui kolaborasi lintas sektor dengan lembaga filantropi serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian sosial masyarakat miskin dan rentan melalui pemulihan fungsi penglihatan. Selain memberikan akses operasi katarak gratis, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi dalam pelayanan sosial dan kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata, serta menurunkan angka kebutaan yang dapat dicegah, terutama di wilayah 3T.

Sasaran program ini adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata, menderita katarak dan lolos proses skrining, serta berasal dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, menyambut baik program tersebut dan menilai kegiatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat. Ia juga menyinggung bahwa urgensi program ini berkaitan dengan kondisi lingkungan pasca-erupsi gunung yang sebelumnya terjadi di wilayah Lembata.

Debu vulkanik dan dampak lingkungan pasca-erupsi disebut berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan mata di masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan tersebut,

Wakil Bupati Lembata juga mendampingi langsung tim dari Kementerian Sosial meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan operasi katarak. Peninjauan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lembata yang dipersiapkan sebagai lokasi pelayanan operasi bagi masyarakat.

“Pemerintah mendukung sepenuhnya kegiatan ini dan berharap pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Nasir.

Operasi Katarak yang akan dilaksanakan pada 23–25 April 2026 ini menargetkan 300 pasien. Tidak hanya dari Lembata, tetapi juga Solor dan Adonara Kabupaten Flores Timur.

Sebelumnya, operasi katarak sudah dilaksanakan oleh didukung Yayasan Putra Peduli dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Atma Jaya. Sebanyak 200 pasien berhasil menjalani operasi dengan 180 di antaranya operasi katarak dan 40 lainnya pasien pterygium, yaitu pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga dari konjungtiva (bagian putih) ke kornea (bagian hitam) mata. (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *