Kabar Rakyat Terkini. Lembata_ Masyarakat Kabupaten Lembata patu gembira, karena mendapat tambahan pelayanan transportasi laut skala besar, dengan sandar perdananya KM Lawit milik PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) pada Kamis, 22 Januari 2026.
Selama beberapa tahun terakhir, PT Pelni sudah menghadirkan sejumlah armada besar yang masuk Pelabuhan Lewoleba Kabupaten Lembata seperti KM Bukit Siguntang, KM Sirimau dan KM Tidar.
Rute Baru KM Lawit
Kehadiran KM Lawit menjadi alternative bagi akses transportasi ke sejumlah daerah tujuan yang tidak disinggahi kapal milik PT Pelni lainnya.
Adapun rute KM Lawit adalah sebagai berikut:
Dari arah barat Indonesia, KM Lawit memulai pelayaran dari Pelabuhan Kumai di Kabupaten Waringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah.
Dari Kumai, ia menuju Surabaya (Jawa Timur) – Benoa (Bali) – Bima (NTB).
Memasuki NTT, KM Lawit akan singgah di Pelabuhan Waingapu (Sumba Timur) – Ende – Lewoleba – Kupang – Rote.

Berlayar dari Rote kembali ke Kupang. KM Lawit menuju Lewoleba lalu ke Ende, dengan rute tersisa yang sama hingga kembali ke Pelabuhan Kumai.
Warga Lembata antusias dengan rute baru ini. Benoa Propinsi Bali adalah salah satu pelabuhan singgah KM Lawit yang bikin senang warga.
“ Bae sudah, ada kapal ni (KM Lawit, red), kita bisa pesiar di Bali. Lebih menyenangkan, murah dan tidak cape dibanding pake jalan darat. Kalau libur bisa pesiar bawa anak-anak ” imbuh Kristin, salah satu ASN di Kabupaten Lembata.
Hadirnya KM Lawit juga mendapat respon positif pemerintah Kabupaten Lembata. Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan jajaran memberi sambutan hangat pada Nahkoda KM Lawit dan jajarannya.
Sejumlah selendang tenunan motif Lembata berkalung di pundak Nakhoda KM Lawit, Mualim 1 dan Kepala Kamar Mesin sebagai symbol penerimaan resmi masyarakat Lembata.
Nahkoda KM Lawit, Ronald Obednego Gandy, menyampaikan apresiasinya atas sambutan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, KM Lawit melayani dua pola pelayaran, yakni Rute A dan Rute B, yang dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat. Harapannya, kehadiran KM Lawit dapat memberikan layanan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari PT Pelni, hadir Kepala Operasi PT Pelni Cabang Larantuka, Tommy Christofel. Mewakili manajemen Pelni, Christofel menegaskan komitmen Pelni untuk penyempurnaan layanan armada di NTT termasuk pengembangan di Lewoleba. Ia berharap, peningkatan
frekuensi dan kualitas layanan pelayaran berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan, distribusi logistik, dan pariwisata.
Bupati Lembat Kanis Tuaq menilai sandar perdana KM Lawit sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat dan PT Pelni terhadap wilayah kepulauan.
“Kami berharap kehadiran KM Lawit membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan dari daerah-daerah singgah sebelumnya untuk datang ke Lembata. Ini peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal,” kata Bupati Kanis.
Usai penyambutan, Nakhoda KM Lawit bersama Bupati Lembata dan rombongan meninjau langsung kondisi kapal KM Lawit. * (EA)











