DesaKabar BeritaKesehatanNasionalPangan

Bersiaplah, Pemkab Lembata Bakal Gelontorkan Bantuan Pangan Demi Stabiltas Harga

79
×

Bersiaplah, Pemkab Lembata Bakal Gelontorkan Bantuan Pangan Demi Stabiltas Harga

Sebarkan artikel ini
Kabar Rakyat Terkini.Lembata_Pemerintah Kabupaten Lembata bersiap menggelar distribusi Bantuan Pangan (Bapang) kepada masyarakat. Program nasional untuk stabilitas harga pangan ini, akan dilaksanakan selama 4 bulan dan direncanakan akan mulai pada April 2026.
Sebelumnya pemerintah Kabupaten LembataPasca 4 kali tahapan distribusi bahan pangan dalam program GPM, selama Februari-Maret 2026.
Selama Februari, GPM mendistribusikan  45 ton pangan murah jenis beras kemasan 10 kg, menyusul 97 ton tersisa pada Maret 2026. Pangan murah ini dijual dengan harga bervariasi di sejumlah kecamatan, sesuai kondisi geografis dan tantangan transportasi.
“Soal harga memang bervariasi karen terkait juga dengan transportasi. Tapi pantauan kita, tidak ada yang menjual di atas HET (Harga Eceran Tertinggi, red) yang ditetapkan yakni Rp 13.100. Ada tiga kecamatan yang harganya Rp 13.000 yakni Atadei, Wulandoni dan Kedang (Kecamatan Buyasuri dan Omesuri, red). Kalau yang lain di bawah itu,  ” papar Muktar Hada, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata.
Program Nasional ini akan melanjutkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) Kabuoaten Lembata terkait stabilitas harga yang  akan selesai akhir  Maret 2026.
Pihaknya, tambah Muktar, bersyukur karena setelah GPM, ada program nasional Bantuan Pangan yang bisa bantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.
“Dinas (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, red) sudah selesai untuk program GPM. Dan untuk jaga stabilitas harga, masyarakat akan terbantu lagi dengan program nasional Bantuan Pangan, Bapang nanti selama 4 bulan, ” terang Muktar Hada.
Bantuan pangan gratis ini terdiri dari 2 jenis yakni beras dan minyak goreng, dan akan diurus oleh Bappenas melalui Bulog, termasuk data penerimanya.
“Kemungkinan akan dimulai pada April 2026. Tanggalnya belum pasti. Termasuk data nama dan jumlah penerima juga kita belum tahu. Itu verifikasinya dari pusat. Kita nanti baru tahu pas H-1 pemeriksaan mutu beras. Nanti kita infokan,”
Ia menambahkan, kepastian informasi data penerima baru akan diperoleh satu hari jelang sesi pemeriksaan mutu beras.   (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *