DesaGagasanKabar BeritaPendidikan

Road to HPN 2026, Forum Jurnalis Lembata Bekali Pelajar Tips Mengenali Hoaks

25
×

Road to HPN 2026, Forum Jurnalis Lembata Bekali Pelajar Tips Mengenali Hoaks

Sebarkan artikel ini

Kabar Rakyat Terkini, Lembata_Forum Jurnalis Lembata berbagi pengalaman kerja jurnalistik dengan siswa SMK Sanctus Lewoleba, Sabtu, 7 Februari 2026. Siswa sekolah menengah di Waikomo Lewoleba Barat Kecamatan Nubatukan ini antusias menyimak kisah-kisah unik para awak media.

Sesi sharing dipandu perwakilan beberapa jurnalis. Ada Andri Atagoran, jurnalis TVRI dan Domi Karang, jurnalis NTTExpress.

Andri Atagoran berbagi tentang ancaman berita dan informasi hoax yang banyak beredar di dunia maya.

“Adik-adik, tidak semua info yang beredar di dunia maya adalah berita yang benar. Kita bisa mudah terprovokasi jika tidak jeli dan memfilter. Kadang konflik terjadi, orang saling curiga karena terlanjur percaya berita hoax, ” ujarnya.

Sebagai generasi muda, siswa SMK Sanctus harus selalu mengedepankan verifikasi dan validasi informasi dari beberapa sumber, lanjut Andri.

Sementara Domi Karang memberi pencerahan terutama pada siswa perempuan. Ia menyebutkan, verifikasi informasi bisa mencegah anak perempuan terhindar dari eksploitasi di dunia maya dan tindak kekeraaan lainnya.

Para jurnalis juga berbagi suka duka dalam karya peliputan. Pengalaman kekeliruan menulis berita, kedisiplinan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber jadi bahan yang disharingkan.

Para siswa SMK Sanctus antusiaa bertanya tentang pengalaman sebagai jurnalis.

“Kaka dorang wartawan kalau menulis kritik pada pemerintah, tidak takut ka?” tanya seorang siswa laki-laki yang duduk di barisan belakang.

“Apakah pernah ada pengalaman menulis berita keliru ka? Lalu bagaimana selanjutnya?” tanya satu siswa lain.

Bahkan ada juga yang bertanya soal komitmen dan keseriusan kerja sebagai jurnalis.

“Jadi wartawan itu tidak gampang. Banyak tantangan. Lalu kenapa mau jadi wartawan?” yang lainnya bertanya.

“Saya pernah kerja di beberapa media termasuk media cetak besar. Saya pernah liput sebuah kegiatan besar dan keliru menulis materi yang disampaikan narasumber. Dan itu dampaknya besar. Kantor redaksi diprotes dan redaksi harus meminta maaf, ” terang Andri menjawab.

Sharing FJL menyambut Hari Pers Nasional 2026 ini juga menemukan banyak kisah unik, bias penggunaan media sosial. Sejumlah siswa menyebutkan, banyak sekali akun media sosial yang isinya negatif dan bisa menjerumuskan mereka pada kondisi negatif.

” Road show ke sekolah ini banyak makna. Selain perkenalkan tentang kerja jurnalistik, kita temukan anak-anak pada kondisi rentan soal terpaan media sosial. Makanya verifikasi dan validasi infomasi adalah solusi yang selalu kita anjurkan. ” ujar San Taum, Ketua Forum Jurnalis Lembata. (EA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *